Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Tuesday, August 16, 2011

APAKAH HARI INI MEMANG PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN INDONESIA KE-66?


Page   copy protected against web site content infringement by Copyscape

Indonesia menjadi bangsa yang terjajah oleh bangsa lain lebih kurang selama 350 tahun. Awalnya, pengelana-pengelana dari Eropa datang ke Indonesia untuk berdagang dan mencari rempah-rempah. Akhirnya muncul kongsi dagang yang dikenal dengan nama VOC. Karena VOC ini merupakan kongsi dagang Belanda, maka lama-kelamaan, campur tangan Ratu Belanda sebagai pemerintah negeri kincir angin itu memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia pada masa itu. Bangsa Indonesia hidup menderita, mereka tidak bebas, mereka tidak dapat melakukan apa yang dapat mereka lakukan. Bahkan, saat Perancis mengambil alih kekuasaan Belanda di Indonesia, Daendles mengadakan proyek yang memakan banyak sekali korban nyawa, yaitu pembangunan Jalan Daendles dari Anyer sampai Panarukan. Tahun 1942, Jepang datang ke Indonesia dan menggantikan Belanda menjajah Indonesia dan mengaku sebagai saudara tua bangsa Indonesia. Tapi, yang terjadi adalah bangsa ini semakin menderita dengan adanya berbagai program-program pemerintah Jepang masa itu seperti Romusha.

Perjuangan demi perjuangan terus menerus dilakukan oleh para pejuang bangsa ini. Yang mereka inginkan hanya satu, yaitu MERAIH KEMERDEKAAN. Dari zaman Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, dilanjutkan pada masa kebangkitan nasional dengan berdirinya Budi Oetomo, dan jiwa pemuda yang paling berkobar untuk mendapat kemerdekaan akhirnya menampakkan taring mereka pada sebuah Kongres Pemuda 1928 dengan menyatakan diri bahwa mereka telah melebur menjadi satu dalam satu bangsa, tanah air, dan bahasa INDONESIA. Tanggal 16 Agustus 1945, pemuda mengetahui bahwa Jepang telah kalah dalam Perang Dunia ke II, mereka segera menculik para pemimpin bangsa Indonesia, Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Mereka memaksa kedua pemimpin itu supaya segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang saat itu dalam keadaan vacuum of power.
Setelah perdebatan terjadi antara golongan tua dan golongan muda saat itu, akhirnya, Dr. Radjiman Widyodiningrat menjamin bahwa kemerdekaan Indonesia akan diproklamasikan tanggal 17 Agustus.

Bung Karno, Bung Hatta, dan Dr.Radjiman Widyodiningrat membuat naskah proklamasi di kediaman Laksamana Maeda.
Tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur 56, Bung Karno mengumandangkan PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA. Semua rakyat bersorak-sorai, setelah lebih dari 3,5 abad mereka ada dalam genggaman penjajah, kini mereka BEBAS! Belum selesai dengan proklamasi, Belanda yang belum mau mengakui kemerdekaan Indonesia masih berusaha untuk menguasai Indonesia, akhirnya terjadi peristiwa-peristiwa heroik di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Peristiwa 10 November di Surabaya, Bandung Lautan Api, Palagan Ambarawa, dll.

Indonesia masih harus menghadapi masalah-masalah internal, masih harus menyelesaikan masalah Irian Barat, masih harus menyelesaikan masalah pemberontakan-pemberontakan seperti DI/TII, ARPA, Persemesta, sampai G30S/PKI. Kemerdekaan bangsa ini diraih dengan SEDEMIKIAN SANGAT SANGAT SULIT SETENGAH MATI. Tapi, hari ini, saat Indonesia seharusnya dengan meriah dan bangga, merayakan 66 Tahun Kemerdekaannya, menjadi sebuah hari yang tidak terlalu berbeda dengan hari-hari biasanya. Malah lebih heboh saat pemilu daripada saat DIRGAHAYU Kemerdekaan ini.

Memang, sekarang kita merayakan Kemerdekaan Indonesia bersamaan dengan bulan Ramadan di mana umat Muslim yang merupakan agama mayoritas di Indonesia sedang berpuasa (Waktu Proklamasi 66 Tahun yang lalu juga sedang bulan Ramadan). Tapi, hari ini kerja dan sekolah libur. Hanya upacara saja. Tidak makan waktu banyak. Di jalan-jalan (Jogja-Muntilan), bahkan tidak terlalu mencolok bahwa hari ini PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN INDONESIA. Rumah-rumah dan ruko-ruko memang pasang bendera merah putih, tapi itu saja. Mereka tetap bekerja seperti biasa, ada kesan acuh tak acuh dengan peringatan kemerdekaan ini. Bahkan ada beberapa pemuda yang lupa kalau 17 Agustus 1945 merupakan hari di mana Indonesia meraih kemerdekaannya. Hiasan-hiasan di jalan-jalan bahkan nyaris tidak ada. Juga beberapa rumah tidak memasang bendera merah putih. Padahal, dulu saat perayaan Kemerdekaan sepeti ini, PLN sampai dibuat kualahan karena begitu banyaknya lampu hiasan yang dipajang di jalan-jalan. Memang itu boros energy, tapi paling tidak, seharusnya ada atribut-atribut khusus di jalan-jalan. Selain itu, sepertinya panggung-panggung tidak sebanyak dulu, ya? Apa kita hilang ingatan? Apa hari ini memang Hari Kemerdekaan Indonesia? (Yang ingat malah Rio Ferdinand… hahaha, tambahan, bersyukur deh, sepertinya di daerah Sundak –Bantul- dan Sedayu –Sleman- peringatannya masih cukup meriah).

Apa di lingkungan atau kota anda masih ada yang merayakannya dengan begitu meriah? Berbagilah dengan kami.

Written by Layct C, 2011

PANCASILA SEBAGAI DASAR PEMBANGUNAN NASIONAL

Page   copy protected against web site content infringement by Copyscape

Today is INDONESIA's 66th Independence Day Celebration! This special essay will be presented for our beloved Indonesia so it was written only in Indonesian. Full credit: ANTELADAN
Dewasa ini pembangunan di Indonesia mengalami dekadensi (kemerosotan) yang amat drastis dari berbagai aspek. Hal ini dibuktikan dengan kasus-kasus yang banyak terjadi di Indonesia antara lain korupsi, yang merupakan salah satu contoh kemerosotan pada aspek humanisasi; melemahnya kurs rupiah terhadap mata uang dollar pada aspek emansipasi; dan kemiskinan yang tidak teratasi. Kemerosotan ini disebabkan oleh kemunduran sumber daya manusia di berbagai aspek, baik sektor pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan politik. Sumber daya manusia di Indonesia seperti kehilangan jati diri mereka.

Dibalik kemorosotan dan kemiskinan sikap yang dihadapi, sebenarnya Indonesia memiliki sebuah harta yang merupakan sebuah kunci emas sebagai pengontrol dan senjata ampuh bagi bangsa Indonesia dalam perang besar menghadapi perkembangan dan perubahan zaman yang tidak dapat dihentikan. Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan akan semakin maju, manusia akan berangsur-angsur berubah, baik dalam sikap dan gaya hidup. Saat sebuah bangsa tidak sanggup menghadapi arus raksasa yang mematikan itu, maka sebuah bangsa akan hancur. Mereka akan termakan oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kepercayaan mereka akan musnah dan hanya akan menjadi sejarah atau mungkin tidak lagi dikenali. Dalam hal ini, Pancasila merupakan sebuah tameng sekaligus pedang emas milik bangsa Indonesia, sehingga bangsa Indonesia dapat bertahan dari serangan arus perkembangan zaman tersebut.

Ketangguhan Pancasila tidak diragukan lagi. Pancasila bahkan bukan sebuah pedang bermata dua yang dapat menghancurkan Indonesia. Hanya saja, saat bangsa Indonesia sebagai pemilik dari Pancasila itu sendiri mulai melupakan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi mereka, maka pengaruh dan peran Pancasila yang dahsyat itu tidak akan dapat melindungi bangsa ini lagi.

Pancasila sebagai ideologi terbuka Indonesia sudah ada sejak 1 Juni 1945. Proses perumusan Pancasila melalui beberapa tahap dan pertimbangan. Tokoh-tokoh pemuka Indonesia seperti Ir. Sukarno, Muh. Yamin, dan Supomo telah sama-sama menuangkan buah pikirannya dalam merumuskan dasar negara. Tidak hanya dalam proses pembuatannya, mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Indonesia mengalami rintangan yang berat, seperti insiden G/30-S/PKI yang memakan banyak korban jiwa. Karena dirumuskan oleh tokoh indonesia, Pancasila secara alami lahir dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai yang terkandung dalam tiap butir sila Pancasila merupakan cerminan jati diri bangsa yang sudah melekat pada tiap sanubari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, Pancasila belum dapat diterapkan secara maksimal. Hal ini tampak dari kemerosotan yang terjadi di Indonesia. Jika dikaji lebih lanjut, Pancasila dapat membawa negara indonesia menjadi negara yang jauh lebih maju dari kondisinya sekarang.

Pancasila memiliki lima buah sila yang memiliki arti khusus dan mendalam sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sila pertama yang berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sila ini mengemukakan tentang hubungan manusia, terutama bangsa Indonesia dengan Tuhan. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat (2) bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Wilayah Indonesia yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke dihuni oleh berbagai suku dan agama. Agama sendiri merupakan sebuah kepercayaan masing-masing individu yang tentu saja tidak dapat dipengaruhi secara langsung oleh faktor-faktor dari luar. Saat seseorang telah mengakui sebuah agama sebagai sesuatu yang ia percaya serta sebagai tuntunan dan pedoman hidup baginya, maka faktor luar yang ingin mempengaruhi individu tersebut dari segi agama malah akan dianggap sebagai sebuah faktor negatif. Sesuatu yang kurang sejalan bertemu, maka akan terjadi konflik. Saat kedua belah pihak tidak ada yang mengalah dan tidak memiliki sikap saling menghormati dan bertoleransi, maka konflik itu akan menjadi besar dan menimbulkan sebuah perpecahan. Untuk menghindari terjadinya keretakan dalam persatuan dan kesatuan bangsa, Pancasila memiliki andil besar. Pancasila mengakui adanya pluralisme bangsa Indonesia tidak terkecuali agamanya. Pluralisme ini sendiri merupakan sesuatu yang sudah ada dalam diri bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Pada sila pertama inilah, hal yang kita kenal dengan toleransi dan saling menghormati diajarkan kepada kita. Pemerintah juga telah menjamin keamanan dan hak-hak warga negaranya untuk memeluk agama tertentu dan menjalankan agamanya itu dengan baik dan benar sambil menghormati agama lain.

Sila kedua Pancasila yang berbunyi, “Kemanusiaan yang adil dan beradab” merupakan cerminan dari bangsa Indonesia yang mengakui hak-hak asasi manusia yang melekat dalam setiap diri individu. Bangsa Indonesia terkenal dengan adat gotong royong merupakan salah satu nilai praksis dari sila kedua ini. Semua manusia sama dan perbedaan bukanlah sebuah masalah besar yang dapat menghancurkan persatuan negara ini. Semua suku bangsa yang ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan individu yang beradab. Mereka memiliki sikap-sikap dan aturan-aturan yang mereka taati masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat. Sudah tentu, apa yang mereka lakukan adalah baik, sehingga bangsa Indonesia dapat hidup dalam persatuan walaupun mereka berasal dari berbagai suku bangsa.

Sila ketiga Pancasila yang berbunyi, “Persatuan Indonesia” mencerminkan pluralisme bangsa Indonesia yang kaya akan budaya dan bahasa. Latar belakang suku bangsa yang beraneka ragam merupakan salah satu ciri dan kebanggaan bangsa Indonesia. Tapi hal ini merupakan pedang bermata dua, saat suku-suku itu tidak lagi memiliki sesuatu yang dapat diperjuangkan bersama. Pancasila merupakan tonggak utama dan saka guru dari sebuah bangunan megah yang dikenal dengan bangsa Indonesia dan bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sila keempat Pancasila yang berbunyi, “Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Sebuah kelompok tanpa pemimpin tidak akan meraih sebuah kesepakatan dan kesamaan pemikiran. Setiap orang memiliki pendapat masing-masing dan setiap orang akan mempertahankan pendapatnya tersebut. Dalam keadaan seperti inilah, seorang pemimpin bertugas menjadi penengah dalam pengambilan keputusan. Sama seperti Indonesia yang memiliki pemimpin dalam menjalani kehidupan bernegara baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Indonesia yang mengakui adanya demokrasi di mana rakyat adalah raja, dan negara adalah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemimpin adalah rakyat, rakyat yang memilih, dan semua itu kepentingan rakyat. Dalam menjalankan pemerintahan Indoesia, rakyat menempatkan wakil-wakilnya sebagai pemimpin bangsa dan wakil dari rakyat dalam mengambil keputusan demi kelangsungan hidup negara. Pemimpin dan wakil-wakil yang terpilih seharusnya merupakan orang-orang yang bijaksana dan telah siap mengabdikan dirinya demi kepentingan bangsa dan negaranya.

Sila kelima Pancasila yang berbunyi, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27, 28, 29, 30, dan 31 telah menyebutkan tentang persamaan derajat, hak, dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan penghidupan yang layak, persamaan derajat di mata hukum, dan persamaan hak dalam mendapatkan pendidikan. Mereka juga mendapatkan kebebasan dalam menyampaikan pendapat yang bertanggung jawab.

Melihat kembali uraian sila-sila Pancasila, kita dapat menyimpulkan bahwa Pancasila pada dasarnya adalah acuan seluruh warga negara indonesia dalam bertindak dan berpikir. Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan dan warganya. Pemerintah, sebagai komponen warga negara yang menduduki jabatan sebagai penguasa dan penyelenggara negara, merupakan pihak yang memiliki andil besar terhadap pelaksana pembangunan. Namun, nilai-nilai Pancasila sekarang ini justru memudar. Sehingga pembangunan di Indonesia terhambat. Pancasila sangat penting dalam mendukung peningkatan dan pemberdayaan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Sumber daya manusia merupakan kunci pembangunan. Jika Sumber daya manusia unggul maka segala aspek kehidupan akan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, karena Sumber daya manusia unggul mencerminkan manusia yang berjati diri sebagai pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila.

Pancasila memiliki nilai-nilai yang apabila diamalkan, dapat menjadi fondasi yang kuat pada pembangunan bangsa Indonesia. Secara teoristis, Pancasila merupakan nilai-nilai dasar yang merupakan gabungan dari nilai instrumental dan nilai praksis. Nilai instrumental Pancasila tercermin dalam UUD 1945 maupun hukum perundang-undangan lainnya. Sedangkan nilai praksis tercermin dalam sikap warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai itu bersifat abstrak, umum, dan relatif tidak berubah, namun maknanya selalu bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Karena Pancasila merupakan dasar untuk mengatur pemerintahan dan warganya, Pancasila memiliki peran sebagai paradigma pembangunan. Pembangunan sendiri memiliki arti upaya-upaya yang dilakukan bangsa untuk meningkatkan mutu dan taraf hidup masyarakat sehingga menjadi lebih baik. Pembangunan dapat dilaksanakan melalui tiga proses, yaitu emansipasi bangsa, modernisasi, dan humanisasi.

Emansipasi wanita, seperti yang dielu-elukan oleh R.A. Kartini, memiliki arti bahwa wanita memiliki derajat yang sama dengan kaum adam. Salah satu contohnya, wanita berhak mendapat pendidikan, yang dahulu hanya diperuntukkan bagi pria. Sama halnya dengan emansipasi bangsa yang memiliki arti bahwa Indonesia memiliki derajat dan kedudukan yang sama dengan negara-negara lain di dunia.

Namun kehidupan nyata masih cukup jauh dari teori pembangunan. Pada masa orde baru, Indonesia mengalami kesejahteraan ekonomi meskipun sumber dana yang didapatkan pemerinah berasal dari hutang luar negeri. Pada tahun 1997-1998, Indonesia mengalami masa yang sangat kelam terutama di bidang ekonomi. Kemiskinan semakin merajalela, produktivitas Nasional menurun, dan tindak korupsi semakin mendarah daging. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya barang impor masuk ke Indonesia, sedangkan Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam yang sangat berlimpah. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia belum dapat bersaing di dunia global.

Lebih dari sepuluh tahun, Indonesia telah berusaha bangkit dari keterpurukan. Indonesia bahkan memasuki babak baru di mana demokrasi secara utuh ingin diterapkan dalam pemerintahan. Tapi, pemerintah yang memegang kekuasaan bahkan telah menyalahgunakan kepercayaan rakyat. Pemerintah yang seharusnya mengayomi dan membawa kembali kejayaan Indonesia malah melakukan berbagai hal yang sangat merugikan. Di sinilah, hal yang kita kenal dengan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) mengajak sebanyak mungkin individu masuk dalam genggamannya dan melupakan ideologi dan kepercayaan mereka. Tidak hanya pemerintah, tapi banyak orang melakukan tindak korupsi bahkan dari hal yang sangat kecil sekalipun yang bahkan sudah dijadikan sebuah kebiasaan. Sedikit tapi banyak, sedikit mengambil milik negara, tapi banyak orang melakukannya. Negara kehilangan hartanya, akhirnya timbulah gap si kaya dan si miskin. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Negara tidak dapat lagi menjamin kehidupan yang layak bagi warganya. Akhirnya akan banyak orang yang terpendam potensinya hanya karena masalah biaya. Dengan terpendamnya kemampuan besar mereka dan tidak adanya fasilitas yang mendukung, maka mereka tidak akan menghasilkan apa-apa untuk negaranya. Akhirnya terjadilah kemunduran kualitas sumber daya manusia yang akan berdampak besar pada image bangsa Indonesia di mata internasional.

Modernisasi merupakan upaya sebuah negara dan bangsa untuk mencapai taraf dan mutu kehidupan yang lebih baik. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sebuah arus positif untuk meningkatan taraf hidup manusia. Misalnya, dengan adanya pesawat, memungkinkan kita bepergian ke belahan bumi lainnya. Dengan adanya handphone kita dapat berkomunikasi dengan banyak orang bahkan mereka yang tinggal sangat jauh dengan kita. Tetapi, saat sebuah bangsa tidak dapat mengimbangi kemajuan zaman dan teknologi ini, maka bangsa tersebut tidak akan bertahan. Bangsa yang kuat akan menguasai bangsa yang lemah. Oleh karena itu, bangsa Indonesia juga harus terus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman tersebut. Bangsa Indonesia tidak dapat menutup diri dari dunia luar dan berpikir kolot. Dalam proses perkembangan dan misi modernisasi ini, bangsa Indonesia akan mengalami banyak rintangan terutama dalam hal kepercayaan dan tingkah laku. Tetapi, selama Pancasila masih diakui dan dapat diamalkan dalam proses modernisasi ini, maka bangsa Indonesia akan dapat bertahan dan bahkan bukan tidak mungkin bangsa Indonesia menjadi selangkah lebih maju dari bangsa lain.

Humanisasi bermakna bahwa pembangunan pada hakikatnya adalah untuk manusia, dalam artian seluruh masyarakat Indonesia. Teknologi sebagai salah satu bentuk modernisasi hanyalah sarana pembangunan untuk mencapai masyarakat yang maju. Sila pertama dan kedua Pancasila dapat menjadi dasar proses humanisasi. Masyarakat yang beragama, berperi kemanusiaan, dan beradab merupakan ciri-ciri peradaban yang maju. Negara yang berlandaskan Pancasila secara murni akan dapat tercipta situasi yang tentram dan damai. Apabila sikap disiplin, tertib berbasis keagamaan terwujud maka secara otomatis negara akan menjadi lebih maju. Karena salah satu ciri dan syarat negara maju adalah warganya yang memiliki sikap terbuka, disiplin, dan mau mengakui adanya perbedaan, serta memiliki pemikiran logis dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.

Dengan ini sudah jelas bahwa Pancasila merupakan dasar dari sebuah keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Hampir semua masalah kenegaraan sebenarnya dapat diselesaikan dengan menelaah kembali makna sebenarnya dari Pancasila. Saat setiap individu sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia dapat mengamalkan Pancasila dengan baik dan benar, niscaya bangsa Indonesia akan menjadi sebuah bangsa yang kuat, bangsa yang diakui di mata internasional, dan bangsa yang stabil yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor negatif dari luar serta menjadi sebuah bangsa yang memiliki negara kesatuan yang utuh dan kuat di berbagai bidang kehidupan.
Written by Layct C.,Gerda,Yufi,Erika,Ofe,Humam SMA Negeri 1 Yogyakarta

Wednesday, May 11, 2011

It’s Time for Individual Action

Topic : Individual must be responsible for the Global Warming problem
It’s Time for Individual Action
Page  copy protected against web site content infringement by Copyscape

Unstable temperature, climate change, flood and weather disasters, heat waves, drought, fires, dengue, malaria, those are the big problem we face these days. A lot of people are suffering because of the effects which are posed by these days earth’s condition. Well, finally we found that ‘Global Warming’ is the biggest problem we must solve as soon as possible. It has generated a lot of disasters on this earth. It’s breaking the barrier of earth and let the UV reach the earth without any filtration as well. Whilst human are doing their bad daily activities without understanding about what they do, the earth is continuously broke. Government in every country has routinely campaigning about ‘to Stop Global Warming’, but the effects are not too seen. Only less than half of citizens are realize that it’s time for saving our home. But they can’t do anything if the others are still doing their future-killing activities. As the students who want to have a bright future and also the bright future house, we should take an action to save the earth. We don’t need to massive campaign it, we can start from, our daily life. We take this as the individual action to have a better quality of life. Those are some good activities for helping to heal the earth followed some reasons.

Firstly, our individual action would decrease even it’s too small effect, but we also can teach to our families, friends, etc to do the same one. Well, let me give some examples. This one is the simplest thing, ‘turn the light off while you are not using it’. Well, not only the lamps do the same way to your TV, Radio, PC, notebook, and so on. These one is simple but the effects are not simple at all. You just need to ask them to do the same way as you did. Going to school by bike would be the one decreasing global warming effects.
We also can do the 3R includes Recycle, Reuse, and Reduce. Using a lot of recycle things isn’t a bad one, even it’s good one. Using your creativity to make equipments you need from things you’ve used before. I’ve seen once on TV, about a boy who made all of his house’s furniture from unused boxes. What an amazing man! Also, do not use everything excessively, use as much as you need, it’d help.
Secondly, probably we can inspire people who have not aware about global warming. They will change their bad habits, who knows?

One day, you see that you neighbor is washing his motorcycle. After spurting water, he rubs the car with the soap, but he doesn’t close the valve and the water is flowing out wasted. Well, on this condition, you can tell your neighbor and ask him to close the valve.
Thirdly, we can help the government to campaign it, i.e. we write what we’ve done to save the earth and also about our individual action in internet, a lot of people would read and aware. It’s really helpful.
These days, internet is the one that we can find every time and everywhere. For teenagers, especially, writing some articles and posting it on blogs or websites, and it’s all is free, is becoming a popular one. Why do we utilize this chance for saving the earth? Well, just writing about what you think about global warming or what do we need to save the earth, or how to become a fighter of earth, etc. People around the world will read your articles and it’s still possible to change their mind to have a better daily life without doing any killing-activities.

For those reasons, I think the individual actions for saving earth are really needed. Even a lot people have not aware about this global warming, at least we’ve take a part of stop global warming campaign because somehow it’s only thing we can do this time.

article by: Fake_Eli
picture taken from : google

Tuesday, May 11, 2010

Bukan Agnes Monica yang Bangga Sepanggung sama Super Junior, tapi Super Junior yang Bangga Sepanggung sama Agnes Monica


Sebenarnya postingan kayak gini udah telat. Masalahnya, postingan ini sangat berkaitan dengan Asia Song Festival 2009 yang digelar di Korea Selatan September 2009. Tapi, tidak apa-apa, aku yakin banyak juga yang belum tahu, apalagi kalau tidak suka lagu-lagu Korea. Ok, begini, jadi beberapa waktu yang lalu, saya berselancar di sepanjang lautan Youtube yang putih dengan kaki ditekuk karena kedinginan, mata menyipit dengan rasa pedas diatasnya, dan kepala yang rasanya berat sekali karena sudah masuk tengah malam. Tiba-tiba semua keluhan itu hilang! Apa yang saya temukan?

Salah seorang user Youtube, bernama blastop, dia berhasil mengupload mengenai Behind The Scene Penampilan Agnes Monica sebagai representative dari Indonesia untuk Asia Song Festival 2009 di Korsel. Video itu diambil dari SILET, yah, karena SILET tayangnya tengah hari, mana mungkin saya nonton, karena masih di sekolah. Nah, ada 5 part, dari part pertama, mengenai Agnes Monica yang dipilih sama Silet sebagai salah satu dari 7 artis yang memberikan motivasi. Tentu saja Agnes layak menyandang gelar itu karena totalitas Agnes sebagai seorang entertainer.
Buktinya adalah pada saat Agnes harus mewakili Indonesia tampil untuk kedua kalinya di Asia Song Festival yang ke-6 di Korsel. Waktu itu Agnes sedang mengalami cedera engkel kaki yang pastinya sangat nyeri dan sakit. Tapi Agnes nggak menyerah begitu saja, dia udah dipilih sebagai wakil Indonesia dan pastinya dia nggak mau mengecewakan. Ga hanya itu alasannya, pasalnya ternyata Kedubes RI di Korsel udah menerima surat dan telepon dari fans Agnes di Korea, “Agnes pasti jadi datang, kan?”

Awalnya Agnes berpikir mereka adalah fans Indonesia yang tinggal di Korsel, tapi ternyata tidak! Mereka orang Korsel tulen yang nge-fans ma Agnes. Emang sih, ini kan bukan penampilan pertama Agnes di Asia Song Festival, karena tahun 2008, Agnes juga tampil di ASF 2008 dengan membawakan lagu Shake It Off dan Godai Aku Lagi, bahkan tahun 2008 Agnes berhasil membawa pulang piala “The Best Asian Artist”.

Balik lagi ke perjalanan Agnes. Agnes berangkat dari Jakarta masih dengan kursi roda dan kadang berganti pakai tongkat. Dia harus transit juga di Hongkong selama 3 jam. Sampai di Incheon, Korsel, Agnes masih harus pakai kursi roda dan tongkat. Keesokan harinya, Agnes harus latihan lagi buat mempersiapkan penampilannya di ASF. Agnes nggak mau mengecewakan penonton, dia berusaha latihan terus dan sekali-sekali mengompres kakinya dengan es, karena masih sakit. Selain latian, Agnes masih harus ikut konfrensi pers artis-artis yang bakal tampil di ASF dan tentunya sambil nahan nyeri di kakinya itu. Dalam konfrensi itu, Agnes bilang bahwa dia bakal bawain 3 lagu, yaitu Shake It Off, Heal The Worldnya Michael Jackson, dan lagu baru Themperatur. Bayangin, dengan kaki cedera gitu, pasti perjuangan!

Masuk ke hari H, The 6th Asia Song Festival 2009 diselengarakan di stadion yang pernah untuk Piala Dunia di Seoul, Korsel. Agnes tampil dengan membawakan Shake It Off, dan selama penampilan, dia sama sekali ga keliatan lagi cedera. Penampilannya memuka penonton di sana yang bejibun banyaknya. Setelah itu, Agnes membacakan pidato perdamaian yang bikin penonton ikut terharu, lalu Agnes minta penonton buat mengangkat tangan mereka yang membawa hape, jadi maksudnya untuk menyampaikan pesan kedamaian, langsung deh Agnes bawain lagu Heal The World yang keren sekali. Agnes mengaku, bahwa waktu nyanyiin Heal The World, dia sambil nahan sakit pada kakinya, tapi karena antusias penonton yang begitu besar, Agnes menguatkan dirinya dan terus melanjutkan penampilannya.

Habis Heal The World, Agnes mengajak penonton melakukan ‘stomping’ di mana tepuk tangan sambil menghentakkan kaki yang merupakan khas Agnes dan buat awalan lagu barunya yang berjudul Themperatur.

Penampilan Agnes pada lagu Themperatur juga maksimal, dia bener-bener melakukannya dengan baik. Selesai manggung, Super Junior giliran masuk panggung. Nah, mendekati akhir acara, Agnes Monica di kontak sama panitia, “Ada request, kamu mau nggak nyanyiin lagi Heal The World buat closing bareng artis lainnya?” tanpa pikir panjang, Agnes langsung setuju, “Why Not?” katanya. Dan emang pada closing, Heal The World dibawakan oleh Agnes Monica, dibantu sama Super Junior, SNSD, Chris Lee, K-OTIC, dan artis asia lainnya.
Acara berlangsung seru dan meriah. Ternyata emang fans Koreanya Agnes banyak loh. Oh ya tidak lupa, AGNES MONICA TERPILIH LAGI SEBAGAI THE BEST ASIAN ARTIST! Dia ngalahin SuJu, BigBang,SNSD, Gackt, dll !!! Bangga nih. Hal ini sudah membuktikan bahwa Agnes Monica emang professional dan tulisan-tulisan komentar di Youtube yang secara umum bilang,”Wah, enak ya, Agnes Monica sepanggung sama Super Junior” itu Salah! Yang bangga itu Super Junior yang bisa sepanggung sama Agnes Monica. Bener, kan?

Ada hal lucu juga, pada farewell party setelah acara itu, kan tiap artis memberikan ucapan terima kasih macam pidato gitu, waktu Agnes Monica maju dan diberikan selamat karena terpilih sebagai The Best Asian Artist, salah satu personil gila Super Junior, Yesung, langsung niruin ‘stompin’nya Agnes dan semua artis di situ jadi ikut melakukan 'stomping' juga.

Yesung-Super Junior

Yah, tadi sepenggal kisah kerja keras Agnes yang membuktikan totalitas dan keprofesionalan seorang Agnes Monica yang patut kita jadikan orang yang memotivasi. Agnes juga melakukan aksi sosial buat korban gempa di Padang lho. Jadi dia nggak lupa juga sama hal-hal seperti walaupun dia dikelilingi kesuksesan. Di akhir Silet, Agnes juga bilang bahwa kesuksesan yang udah dia raih selama ini itu diperoleh dengan kerja keras, nggak mudah, dan juga berdoa.

Info Tambahan:
Dari tadi sebut-sebut Super Junior, bagi yang belum tahu, mereka adalah sebuah grup boyband Korea yang banyak juga fansnya di Indonesia. Lagu yang terkenal dari mereka adalah SORRY SORRY, yang dancenya pernah di-cover sama NYE Boys di Indonesia Mencari Bakat Trans TV dan di DeRings.
Super Junior

Behind The Scenes Agnes Monica @ Asia Song Festival 2009
Part 1/5
http://www.youtube.com/watch?v=rqWvNjfkGbA
Part 2/5
http://www.youtube.com/watch?v=AvaD_QSffLQ
Part 3/5
http://www.youtube.com/watch?v=7tuIejEdzVE
Part 4/5
http://www.youtube.com/watch?v=ouJ-Da7_Ris
Part 5/5
http://www.youtube.com/watch?v=SINf7iYmP9A

Performance Agnes Monica
Penampilan Agnes saat menyanyikan lagu Thermometer


Agnes Monica


Agnes bersama Artis ASF lainnya sesudah Press Conf.


Agnes bersama artis ASF lainnya pada Farewell Party


Agnes sedang mengobrol dengan Sungmin-Super Junior, entah ngomong apa, karena Sungmin tidak mahir berbahasa Inggris dan Agnes nggak bisa bahasa Korea...


Agnes sedang mengobrol dengan Sungmin dan Shiwon-Super Junior, ini tambah ga jelas ngomong apa...

article made by: Primavera
cre pics: google

Friday, April 16, 2010

Katakan “YA” Untuk Jadi Pemimpin

Sebenarnya penting tidak sih keputusan yang kita ambil untuk mengatakan YA atau TIDAk saat direkomendasikan menjadi seorang pemimpin atau ketua?
Kita akan mulai dari hal yang kecil dulu. Dari pendidikan SD atau bahkan TK, sampai kehidupan kita memasuki masa pensiun, kita pasti akan terlibat di berbagai institusi, mulai dari sebuah kelas, sekolah, RT, RW, organisasi masyarakat, sampai paguyuban lansia. Kalian pasti pernah direkomendasikan atau istilahnya ditunjuk untuk menjadi seorang ketua dalam sebuah instansi tersebut. Entah itu permanen maupun tidak. Misalnya kamu ikut Gerakan Pramuka, kebetulan ada ujian kelompok untuk mempraktekkan P3K dan kamu dipilih untuk menjadi ketua kelompok hanya untuk tantangan P3K itu saja. Banyak orang yang akan berkata “AH, Kok aku sih? Jangan aku, nggak bisa. Si A aja, atau kalau nggak si B aja” dan macam-macam alasan kreatif yang muncul. Tapi ada beberapa orang yang akan berkata, “Ok lah, mohon bantuannya”.
Dari contoh di atas, ada dua tipe secara garis besar. Orang yang menolak biasanya merupakan orang yang kurang menonjol dalam kehidupan kesehariannya. Misalnya dia tidak berprestasi, jarang dipuji orang, dan yang jelas dia tidak punya kepercayaan diri.

Orang yang mengatakan ya, biasanya adalah orang yang berprestasi dan biasa dipuji. Selain itu orang tersebut juga biasa dipilih untuk menjadi pemimpin. Secara otomatis, kepribadian yang akan terbentuk adalah adanya rasa percaya diri, walaupun ada yang kuat dan ada yang lemah.

Mana yang lebih baik?

“Tentu saja yang mengatakan YA!” Dengan mantap. BELUM TENTU! Walaupun begitu, rasa percaya diri yang berlebihan dan hanya mengandalkan kata-kata YA saja juga tidak baik. Kadang orang yang mengatakan TIDAK juga tidak salah, mungkin dia berpikir bahwa setelah mengatakan YA, ada sebuah tanggung jawab besar yang harus dipikul. Jadi bukan berarti mengatakan TIDAK itu buruk. Kalau memang sadar dan mawas diri bahwa tidak sanggup katakanlah MAAF, TIDAK BISA. Daripada hasilnya buruk, lebih baik tidak. Tapi jika dalam keadaan mendesak, dengan musyawarah yang baik, jangan takut katakan YA.

Sekarang apa yang paling baik dilakukan?

Konsekuensi sesudah mengatakan YA itu berat. Semua orang bergantung padamu. Kamu harus melakukan yang terbaik dan maksimal. Jangan kecewakan anggotamu. Dengan kerja keras dan kerja maksimal, walaupun hasil yang didapatkan tidak sebaik yang diharapkan, hasil kerjamu pasti akan dihargai oleh anggotamu.

Sifat-sifat seperti di atas, kepercayaan diri, ketekunan, keuletan, keberanian sangat penting bagi kamu yang ingin menjadi seorang pengusaha. Selain itu, pandai berbicara di depan umum merupakan poin penting dalam kesuksesan. Di Amerika, anak-anak sudah dibiasakan untuk dapat berbicara di depan umum. Tapi Indonesia juga tidak kalah, lho. Terutama sekolah-sekolah di Indonesia sudah banyak yang berstatus SBI atau Sekolah Berstandar Internasional di mana murid-muridnya dituntun dapat berpresentasi dengan baik di depan umum.
Pokoknya, setelah membaca artikel ini, kamu harus punya rasa percaya diri lebih baik lagi. Jangan takut kalau kamu dijadikan pemimpin. Bekerjalah secara maksimal dan jangan kecewakan orang-orang yang telah mendukungmu.

by: PRV
pic credit: artesiana

Wednesday, April 7, 2010

KAMI TIDAK BUTUH TEORI, KAMI BUTUH AKSIMU!

Apa maksud judul artikel ini?!

Dewasa ini, dimana-mana dikumandangkan, "Penghijauan" atau "Keep Green" atau "Sehatkan bumi kita" dan masih banyak lagi. Yang paling gempar dengan warna, kata, dan macem-macem yang serba hijau itu Amerika. Orang Amerika sekarang benar-benar mengutamakan Reduce-Recycle-Reuse. Bahkan banyak penghargaan yang diberikan pemerintah baik untuk perusahaan, organisasi, maupun perorangan untuk hal ini. Misalnya penghargaan dari pemerintah untuk hotel yang benar-benar melaksanakan 3R ini. Di hotel berbintang itu, bahan-bahan yang digunakan bisa di daur ulang. Bahan yang dipilih untuk dijadikan sabunpun tidak sembarangan, bahan yang ramah lingkungan. Mereka juga mulai mengurangi kegiatan konsumtif mereka misalnya dengan sisa sayur atau bahan makanan lain tidak dibuang begitu saja, tapi diolah menjadi pupuk, dan masih banyak usaha yang dilakukan.

Kota-kota besar di Amerika juga semakin panas dan padat. Bahkan di TV pernah diwawancarai, sepasang suami istri yang tinggal di California, mereka mempunyai hobi bercocok tanam, tapi apa daya lahan tak ada. -jadi bersyukurlah kita yang masih punya lahan untuk bercocok tanam-. Akhirnya mereka bercocok tanam di atap apartemen. Tapi hal itu tidak memberikan kepuasan maksimal, karena yang bisa mereka tanam hanya sekedar tanaman di pot saja...mana bisa besar, jadi pohon, dan membuat rasa sejuk tersendiri -seperti yang masih kita nikmati-. Ada lagi seorang pengusaha kafe yang mendekor kafenya sedemikian rupa sehingga tamunya merasa berada di tengah-tengah sebuah rumah kaca. Hal-hal kecil seperti ini saja sudah bisa heboh dan masuk TV kalau di Amerika. Maklum saja, karena Amerika negaranya terlalu maju. Coba lihat Las vegas, kota super modern! Mau keluar hotel saja bingung, semua berteknologi tinggi.
Jangan tanya kenapa di Las Vegas tidak ada pohon, ya. Las Vegas itu dulunya adalah padang pasir, akhirnya disulap menjadi kota super modern, jadi yang namanya pohon tetap saja sulit tumbuh.

Lepas dari Amerika, kita terbang ke Korea Selatan. Di sana kemacetan juga terjadi sebagaimana di Jakarta, tapi orang Korea lebih modal (hahaha), karena jalanan dipadati mobil dan kendaraan-kendaraan besar. Kalau di sini, banyak motornya... Yah, maklum, karena pendapatan per kapita Korea Selatan masuk kategori tinggi. Di Korea Selatan, kota-kota juga sudah maju, banyak gedung tinggi dan hal-hal modern lainnya, walaupun masih kalah jauh dengan Las Vegas. Nah, di Korea juga heboh menggalakkan program penghijauan. Tapi di Korea masih ada lahan-lahan luas seperti di daerah Hwa Ahn Dang.

Kita terbang ke Jepang... ada apa di Jepang?
Ada kuil! ada Mall! ada orang Jepang!
Teknologi-teknologi yang biasa kita gunakan banyak yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan Jepang, misalnya Hitachi, Toshiba, Sharp, dll. Keadaan di Jepang tidak beda jauh dengan negara asia maju disekitarnya, maksudnya keadaan kotanya, dll.
Di Jepang juga banyak dikumandangkan tentang penghijauan, tapi mereka juga mengimbangi seruan-seruan itu dengan suatu tindakan. Misalnya, salah satu proyektor merk Jepang bahannya dibuat dari bahan yang ramah lingkungan, hebat kan?
Contoh lagi nih, sekitar tahun 2002, ada anime (animasi Jepang) yang berjudul Shaman King. Nah, di sana ada seorang tokoh bernama Horo-Horo. Dia berasal dari suku asli Jepang, suku Ainu yang tinggal di daerah utara Jepang. Yang hebat dari dirinya adalah cita-citanya, yaitu MEMBUAT JEPANG DIPENUHI TANAMAN HIJAU. Dari anime ini, sudah dapat dilihat, kan, pembuat anime ini sudah berpikir tentang sesuatu yang hijau dan segar.

Dari Jepang kita pindah ke Singapore...
WOW, negara kecil yang modern, tapi banyak pohonnya. Di sana panas, tapi sejuk, karena kotanya dipenuhi pohon-pohon yang rindang.
Oh ya, hampir lupa, beberapa waktu yang lalu, di Inggris dan Perancis terjadi suatu insiden berupa tewasnya banyak orang karena kepanasan... dan hal ini diperkirakan ada hubungannya dengan pemanasan global.

Sebelum kita bahas Indonesia, saya akan memberikan contoh lagi, sebuah game!
Game City Life 2008... jadi kita menjadi wali kota. Kita membuat sebuah kota. Maju tidaknya kota tersebut tergantung kita, bagaimana menempatkan rumah sakit, hiburan, pabrik, rumah, dll. Juga bagaimana kita mengatur keuangan. Nah hebatnya di sini, misalnya kita membangun sebuah pabrik, tentu saja yang namanya pabrik itu menyebabkan polusi yang super, jika kita menempatkan sebuah rumah di sebelah pabrik, maka orang yang tinggal di rumah itu bisa sakit atau tidak betah. Karena itu, selain membangun pabrik, kita harus memikirkan berapa pohon atau taman yang harus dibuat. Selain itu, jika kita memberikan asupan listrik terlalu besar, maka kita akan mendapat peringatan, supaya tidak boros. Di game saja bisa seperti itu, kenapa di kehidupan nyata tidak?

Ok, sekarang kita di Indonesia. Di semester 2 ini, guru grafis di sekolah saya memberikan tugas untuk membuat poster, temanya Bumi yang Hijau. Tugas ini membuat banyak teman-teman saya menyampaikan pendapatnya tentang keadaan bumi dan hal-hal yang bisa menjaga bumi kita tetap hijau. Di Kalimantan, banyak hutan ditebang, terutama kasus ilegal loging yang juga tidak menerapkan Tebang pilih Tanam, Alhasil, semakin gundul tanah di sana. Yang bermasalah lagi, masih banyak orang-orang di pedesaan yang tidak tahu bahwa bumi kita ini sekarat. Misalnya, penduduk di daerah Gunung Wayang Jawa Barat. Mereka sulit mendapat pekerjaan, akhirnya mereka membabat hutan di gunung itu dan melakukan alih fungsi lahan menjadi lahan pertanian tanpa seijin pemerintah. Akhirnya, dampak yang langsung dirasakan adalah bencana seperti tanah longsor, yang akhirnya longsoran itu terbawa air dan masuk ke sungai Ciliwung dan membuat sungai itu semakin dangkal, akhirnya, kalau hujan deras, air sungai meluap dan daerah sekitar situ kebanjiran dengan hebatnya.
Lalu sekarang banyak teori-teori dan tulisan-tulisan tentang Green Program ini, tapi sayangnya di Indonesia masih belum banyak yang sadar akan keadaan bumi kita ini.
Sudah cukup contohnya, langsung bahas saja...

Contoh-contoh di atas adalah usaha-usaha yang dilakukan manusia selama ini untuk menjaga bumi kita supaya besok-besok masih bisa digunakan untuk tinggal. Selain krisis udara sejuk dan sehat, krisis energi juga melanda dunia. Zaman revolusi industri dulu, orang belum terlalu memikirkan dampaknya, jadi mereka hanya melakukan expansi-expansi yang ternyata banyak yang berdampak negatif untuk dunia kita sekarang. Tapi apa boleh buat, kita sekarang hanya bisa mencegah bertambahnya, dan kalau bisa mengembalikan atau orang bilang "Back to Nature". Lagu Michael Jackson yang berjudul Earth Song dan Heal The World banyak dinyanyikan orang di seluruh dunia, yah, ini merupakan salah satu pesan juga, bahwa masalah tentang bumi ini merupakan masalah global.
Coba kita lihat, apa saja yang sudah terjadi akibat pemanasan global ini, pertama kasus di Eropa yang suhunya tiba-tiba jadi panas, lalu mencairnya es di kutub dengan jumlah yang cukup besar per tahunnya, dan yang paling bisa kita rasakan, adalah udara yang selama ini kita hirup dan lewat di sela-sela kulit kita.
Sebagai anak sekolah, saya sering mengeluh kalau sudah jam 11 ke atas, "Wah, Panas banget! Udara dan suhunya panas! Sungguh tidak enak!" padahal kata orang-orang yang menikmati sekolah zaman dulu, "Dulu itu kalau pagi dingin sekali, kalau siang saja sejuk" ~oh betapa enaknya... tapi mereka belum pegang komputer ya...hahaha
Ya inilah efek kemajuan teknologi juga. Tapi lama kelamaan orang jadi ingin kembali ke jaman hijau, jadi ingat "The Law of Deminishing Return Curve" yang kurvanya naik sampai titik tertentu, lalu turun kembali.
Balik lagi, kepanasan yang saya rasakan ada hubungannya dengan pemanasan global. Awalnya dari mana sih?

Sekarang kan banyak polusi, misalnya dari pabrik atau asap motor, hal ini membuat efek rumah kaca dan akhirnya panasnya memantul ke bumi. Ada juga zat-zat kimia yang merusak ozon kita, misalnya CFC, sehingga sinar matahari masuk begitu saja tanpa difilter dulu. Lalu masalah ini ditambah dengan sifat super konsumtif makhluk bumi yaitu manusia yang akhirnya membuat kita krisis energi.

Lalu usaha apa saja yang dilakukan?
Usaha yang dilakukan misalnya menyerukan Keep Green dimana-mana. Jadi hijau ini benar-benar merajalela. Orang berpikir bahwa okelah, paling tidak kita bisa menghambat bertambahnya pemanasan global ini dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya.
Ada juga beberapa ilmuwan yang berencana untuk membuat tabir surya raksasa untuk bumi ini. Dan masih banyak lagi usaha...
Tapi, masih banyak juga orang yang belum sadar akan pesan yang terkandung dalam usaha-usaha itu.
Kita lihat saja di sekitar kita, banyak pengajar yang memberitahukan bahwa Hijau! Hijau Hijau! Hemat Energi! Cara-cara reboisasi, dll.

TAPI SEMUA ITU HANYA TEORI

Jarang ada misalnya sekolah yang benar-benar secara serius melakukannya dan menanamkan dengan benar-benar juga kepada siswa-siswanya tentang Keep Green ini. Masalahnya, pengajarnya sendiri belum punya rasa atau suatu keinginan yang benar-benar untuk melakukan penghijauan itu sendiri, sebab banyak yang masih belum mengerti benar, apa maksud dari Keep Green yang harus disampaikan kepada para murid.
Pesan keep green ini saja sudah disampaikan oleh Presiden SBY dengan menggalakkan program penanaman 10ribu pohon, kan?

Yah, yang ingin saya sampaikan lewat artikel ini, intinya, marilah kita benar-benar memahami apa maksud dari Keep Green ini, bagaimana sebenarnya keadaan bumi kita, dan apa yang harus kita lakukan (cari di internet kan bisa, jangan alasan lo). Tapi ingat, KAMI TIDAK BUTUH TEORI, KAMI BUTUH AKSIMU!

made by: Primavera
copyright 2010@universityforhope

Saturday, March 6, 2010

Code Blue Season 2

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Masih ingat dengan dorama medic dengan pemain utama Yamashita Tomohisa? CODE BLUE! Setahun yang lalu, Code Blue tayang di Jepang dan tamat di episode 11, tapi ada satu tambahan SP Episodenya yang menceritakan bagaimana Hiyama (Toda Erika) mengalami kecelakaan saat bertugas dan harus dioperasi dan dirawat beberpa lama.

Di Code Blue Season 2 ini menceritakan satu setengah tahun sejak Aizawa Kousaku (Yamapi), Shiraishi Megumi(Yui Aragaki), Hiyama Mihoko (Toda Erika), dan Fujikawa Kazuo (Asari Yosuke) bekerja di Shoyo University's North Hospital. Di Episode 5 Code Blue season pertama, Dr. Kuroda, guru mereka berempat harus diamputasi tangannya karena menyelamatkan Shiraishi, kan? Nah, di Code Blue 2 ini ada guru baru -lebih muda dari dokter Kuroda- bernama Tachibana Keisuke. Dokter Tachibana ini tenryata dulunya pernah bekerja di Shoyo University Hospital dan dia adalah mantan suami Dr.Mitsui. Seperti biasa, mereka bekerja sebagai ER team flight doctor. Di Season 2 ini beberapa kasus dari latar belakang masing-masing tokoh mulai terungkap, mulai dari dr. Mitsui dan dr.Tachibana, lalu Aizawa sendiri yang akhirnya bertemu dengan ayahnya yang selama ini dikira sudah mati, lalu Shiraishi yang harus menentang keinginan ayahnya, adapula Hiyama yang harus membuat keputusan berat mengenai kondisinya, lalu bagaimana Saejima harus kuat dan tabah saat mengetahui kematian kekasihnya,Tazawa Satoshi yang terkena penyakit ALS.

Di season 2 ini genre medicnya lebih real lho, karena dibansing yang season pertama, darah-darahnya itu lebih buanyak! wah...

Yang unik lagi, di episode 3, diceritakan bahwa korbannya kecelakaan di tangga bawah tanah menuju stasiun subway, mereka itu -istilahnya numpuk tiga dan ketusuk papan ski- bisa bayangkan kan?
Nah, melihat mereka -apalagi yang atas sendiri itu diperankan Hamada Gaku, jadi ingat Proposal Daisakusen, doramanya Yamapi dan Nagawasa Masami. Salah satu korbannya itu cewek, namanya Eri dan dia disukai sama Matsui Tori (hamada gaku). Beneran jadi mengingatkan sama Prodai, kan?

Kalau karakternya ini, Yamapi rambutnya jadi ga keriting banget kayak sebelumnya. Yui Aragaki ganti model poni, jadi cantik juga. Pokoknya tidak menyesal deh nonton yang kedua ini.

POINT PENTING:
Di dorama ini, kelihatan real, misalnya memang ada pasien yang nggak bisa diselamatkan oleh seorang dokter walaupun memang dokter itulah yang disebut a real doctor.
Bagaimana menjadi dokter yang baik, seperti Tazawa, walaupun dia lumpuh total dan sulit bernapas, dia bisa membujuk pasien di sebelahnya untuk mau menjalani operasi dan hidup dengan lebih baik.

cre: Layct-animevent

Friday, February 26, 2010

Team Medical Dragon [IRYU] 2


Dua tahun setelah perpisahan Team Dragon, seluruh anggota tim menerima surat ajakan untuk gather kembali. Akhirnya, satu per satu anggota tim kembali ke Meishin. Tapi hal yang paling mengagetkan terjadi, Profesor Noguchi pulang dari Thailand dan menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Meishin. Noguchi merencanakan untuk memperbaharui Meishin, ia meminta Asada untuk melakukan Batista secara Live. Awalnya, Asada tidak menyetujuinya, tapi ternyata ada kasus lain. Seorang ibu yang sedang mengandung juga harus dilakukan Batista, tapi Noguchi tidak mengijinkan Tim Dragon untuk melakukannya di Meishin, akhirnya mereka melakukannya di Houkuyou. Tapi keadaan ibu itu kristis di waktu yang bersamaan dengan Batista Live. Akhirnya Asada hanya melakukan setengah jalan Batista, setelah itu dilanjutkan oleh Kirishima.

Asada dan Arase segera lari menuju Houkuyou dan melakukan Batista bersama Team Dragon. sebelum melakukan Batista, mereka harus mengeluarkan bayi yang dikandung sang ibu, baru melakukan Batista pada sang ibu. Team Dragon melakukan operasi dengan penuh tekad untuk menyelamatkan keduanya. Saat bayi berhasil dikeluarkan, Batista dilakukan. Saat Batista dilakukan setengah jalan, ternyata sang bayi mengalami HLHS. Asada harus segera mengoperasi sang bayi, sedangkan Batista sang ibu dilakukan oleh Ijyuuin.

Akhirnya operasi selesai dan keduanya bisa terselamatkan. Tapi operasi ini dimanfaatkan oleh Noguchi dan diakukan sebagai operasi yang dilakukan oleh dokter Meishin.

Hal ini dapat dilakukan karena kerjasama Noguchi dengan pemilik Houkuyou. Asada, Fujiyoshi, dan Ijyuuin dipindahkan ke Houkuyou dan Hokuyou bersama seluruh dokter dan staff akan dihancurkan. Tapi Asada berhasil mengumpulkan tim baru untuk melawan tim Kitou dari Meishin. Anesthesist baru, Asisten bedah baru, Bedah staff baru, dan bedah liver baru.

Seorang anak berumur 9 tahun yang sangat butuh pertolongan mereka harus segera ditolong. Langkah pertama Team Dragon adalah transplantasi liver, tapi saat transplantasi dilakukan ternyata jantung donor ditemukan, Asada tidak menyerah dan memutuskan untuk melakukan transplantasi liver bersamaan dengan transplantasi jantung. Saat transplantasi liver selesai, transplantasi jantung ternyata mengalami kendala, akhirnya Asada memutuskan melakukan new style piggibag dengan meletakkan dua jantung sekaligus. Akhirnya Tim Dragon berhasil mereka kembali membuat dunia kedokteran tercengang dan mereka disambut tepuk tangan meriah dari pada dokter, suster, dan staff.

Sedangkan direktur dan sang owner Houkuyou yang telah dikhianati Noguchi membongkar malpraktek Noguchi di hadapan orang banyak. Noguchipun tamat, ia pergi ke New York tapi mengalami kecelakaan di sana. Dia miskin dan tidak ada isuransi.

Pada akhrinya, beberapa member Team Dragon kembali ke Houkuyou, dan sisanya menetap di Meishin dengan Direktur baru yaitu Kitou. Sedangkan Asada-sensei berkeliling ke rumah sakit di seluruh dunia yang membutuhkan kemampuannya sebagai Cardiac Surgery.

Positive Point:
Sekali lagi IRYU memberikan contoh bagaimana menjadi seorang dokter yang baik. Di sini banyak intrik-intrik Rumah Sakit, persaingan, keegoisan, nafsu untuk menguasai, dll. Tapi, saat menangani pasien, seorang 'real doctor' akan berpikir logis dan mengutamakan pasiennya.

Masih banyak lagi film-film yang dapat menginspiratif kita, misalnya...
Mirai Koshii Meguru (bagaimana menjadi seorang guru yang baik)
Code Blue (kesulitan-kesulitan dalam hidup seorang dokter)
One Pound Gospel (perjuangan keras seorang petinju)
Good Luck (perjuangan seorang pilot)
Engine (bagaimana sang pembalap sadar dan akan terus berjuang)
dan masih banyak lagi.

Intinya, mereka semua bisa berhasil dan bertahan melawan semua kesulitan, karena mereka mau berusaha.


pic cre: imackshack

Team Medical Dragon [IRYU]


Team Medical Dragon atau Iryu diadaptasi dari manganya karya Nogizaka Taro dan Nagai Akira. Cerita dimulai saat seorang asisten Profesor di Rumah Sakit Universitas Meishin, Katou Akira yang ingin menyelesaikan thesisnya supaya ia bisa menjadi profesor. Tema thesis yang diambil adalah tentang "BATISTA", yaitu operasi pada jantung yang membengkak, untuk dipotong sebagian kecil dan dijahit kembali supaya ukuran jantung kembali normal. Operasi ini belum pernah dilakukan di Jepang, dan operasi ini pertama kali dilakukan oleh seorang dokter spesialis bedah jantung di Brazil.

Katou pergi ke tepi pantai, di sana dia akhirnya bertemu dengan Asada Ryutaro, seorang dokter bedah jenius yang karena difitnah oleh sahabatnya, ia jadi dikeluarkan dari rumah sakit dan tidak bisa lagi bekerja sebagai dokter. Katou membujuk Asada untuk membantunya dan melakukan BATISTA. Asada akhirnya masuk ke Meishin dan di sana ia mulai merekrut dokter-dokter pilihannya untuk bergabung dengannya dalam Team Dragon BATISTA. Orang-orang yang ia rekrut adalah dokter-dokter yang masih belajar, Ijyuuin, seorang anesthesist pemabuk, Arase, seorang dokter perawatan internal, Fujiyoshi, suster bedah, Miki, dan tentu saja asisten 1 adalah Katou. Tapi, dalam merekrut mereka tidak mudah, karena orang-orang itu punya masalah sendiri-sendiri. Tapi akhirnya mereka percaya pada Asada dan mau bergabung dengan Team Dragon Asada. Saat melakukan BATISTA, ternyata tim BATISTA Meishin kalah cepat dengan rumah sakit di Jepang Utara yang mengklaim dirinya sebagai tim bedah jantung pertama yang melakukan BATISTA, dan memang orang yang curang disini adalah mantan sahabat Asada, Kirishima yang bekerja sama dengan Profesor divisi bedah jantung, Noguchi.

Tapi, setelah operasi yang sangat sulit yang dilakukan Asada (melakukan BATISTA pada seorang bayi berumur 9 bulan), dan berhasil, Kirishima sadar bahwa merasa cemburu pada kemampuan Asada adalah salah, ia pergi dari Meishin, tapi ia mendapat kecelakaan. Nyawanya hampir tak terselamatkan, tapi Asada berhasil menyelamatkannya, sedangkan pemotongan part jantung pada BATISTA bayi dilakukan oleh Ijyuuin. Setelah operasi selesai Team Dragon mendapat sambutan meriah dan apresiasi dari pada dokter dan perawat di Meishin.

Setelah itu, Katou menjadi seorang profesor, Noguchi dipindahkan ke rumah sakit di Thailand, Kirishima pergi ke Canada, Fujiyoshi dipindahkan ke sebuah rumah sakit di dekat pantai, sedangkan Miki, Arase, dan Ijyuuin tetap di Meishin.

Asada Ryutaro kembali bekerja di NGO dan dia juga berkeliling ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan kemampuannya untuk melakukan bedah jantung.

Positive Point:
Menjadi seorang dokter jaman sekarang tidak murah, apalagi kalau di Indonesia banyak isu bahwa ada jalur tambahan yang penting punya uang. Ok lah, kalau misalnya memang lewat jalur uang, yang penting lulusnya. Menjadi dokter harus siap mental dan jasmani. Melayani pasien dengan maksimal dan sudah mendedikasikan hidupnya untuk pasien, bukan demi mendapatkan uang.

Di IRYU, kita bisa lihat, betapa gigihnya para dokter mulai dari main surgeon, asisten, anestesi, sampai suster asisten. Semuanya bekerja demi kesembuhan pasien. Membuat yang mungkin menjadi tidak mungkin dengan terus berjuang dan percaya diri.

Saya sarankan bagi anda yang ingin menjadi orang-orang yang bekerja di bidang medic, tontonlah jika ada waktu luang.

pic cre: google

Thursday, February 25, 2010

Ria, "Bukan Sebagai TKI, tapi sebagai Pebisnis atau Pengajar"

Cerita ini saya dapat dari guru seni grafis saya yang bernama Pak Wawan, beberapa waktu yang lalu, beliau sempat mengisi acara sebagai seorang motivator dan pembahasan mengenai public relation. Beliau bercerita, saat di Serang, saat beliau mengisi acara tersebut, beliau bertemu dengan seorang yang SANGAT HEBAT!

APA MAKSUDNYA?!

Seorang anak SMA kelas 2. Namanya ada Ria. Setelah selesai memberi penjelasan, Pak Wawan didatangi oleh anak itu. "Pak, saya ingin memperbesar usaha saya, menurut Bapak bagaimana caranya?" Tanya Ria.

Mengapa dia bertanya seperti itu?

TERNYATA!

Ria, seorang cewek kelas 2 SMA. Dia termasuk orang yang hidup dengan keuangan yang cukup sulit. TAPI, dia tidak menyerah. Dia sudah mempunyai bisnis, yaitu menjual jamur goreng dengan berbagai rasa yang tentu sedang nge-BOOM di Serang dan Ria-lah yang jual.

Saat Pak Wawan bertanya, "Uang hasil kerjamu itu untuk apa?"

"Untuk bayar sekolah saya, Pak"

HEBAT, BUKAN?

Ria sekolah sampai jam 2, dia mulai berjualan jam 4 sore. Di sela-sela dia berjualan, dia menyempatkan diri untuk belajar. RIA SELALU MENDUDUKI RANGKING 1 DI KELASNYA SEJAK DIA DUDUK DI BANGKU SMP!

Ada lagi kata-kata yang membuat Pak Wawan sangat terkejut dan bilang, "Dia itu orang keren!"
adalah...



"Saya ingin membuat, orang Indonesia itu bekerja ke luar negeri BUKAN SEBAGAI TKI atau TKW, tapi bekerja keluar negeri sebagai SEORANG PEBISNIS atau PENGAJAR"


Ria ini sungguh orang keren, bagaimana? setelah membaca kata-kata Ria ini, pastinya anda akan mempunyai motifasi lebih untuk belajar kan? "Karena orang yang berhenti belajar adalah orang yang telah kehilangan separuh dari hidupnya", kata Pak Wawan.

Tuesday, February 23, 2010

Nihon no Manga ga Omoshiroii desu yo

Artikel ini merupakan karangan saya 2 tahun lalu saat saya masih duduk di SMP kelas VIII, semoga bermanfaat :D

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Jaman sekarang sudah banyak hiburan yang dapat dinikmati oleh para remaja. Tidak hanya ngamplaz atau nonton saja yang perlu biaya banyak, bagi yang suka membaca dan menyimpan uang, biasanya memilih membaca buku bergambar (komik) buatan Jepang, Korea, atau Amerika, apalagi sekarang banyak persewaan manga yang tercecer dimana-mana. Tetapi, diantara ketiga negara yang mempunyai peran besar dalam perkembangan buku bergambar itu, Jepanglah yang paling berkuasa.

Manga (baca: mang-ga/man-ga), begitulah orang Jepang menyebut komik pertama kali. Kata “manga” digunakan pertama kali oleh seorang seniman bernama Hokusai. Kata manga biasanya ditulis dengan “katakana” karena berasal dari huruf Cina yang artinya gambar manusia untuk menceritakan sesuatu. Pada akhir abad 18, manga mulai muncul untuk pertama kalinya. Buku komik yang pertama muncul adalah kibyoushi yang berisikan cerita dengan gambar beserta narasi dan dialog di sebelah/mengelilinginya. Tema yang diangkat pun bermacam-macam. Pada akhir abad 19, Jepang secara cepat menyerap budaya, pengetahuan dan teknologi Barat, sehingga kibyoushi tergeser keberadaannya.Dalam sejarah manga, mungkin yang perlu dicatat adalah peranan Osamu Tezuka yang dikenal sebagai “God of Manga”. Tetsuwan Atom atau Astro Boy adalah manga karya Osamu Tezuka yang terkenal dan mendunia baik sebagai manga maupun anime.

Seiring perkembangan jaman, semakin banyak para komikus Jepang yang berkreasi dengan gambar dan cerita yang unik. Hal tersebut tentu saja menarik perhatian banyak orang, pada akhirnya manga Jepang dapat mendunia. Banyak para komikus Jepang yang memuat manga tentang kebudayaan Jepang. Hal tersebut membuat Jepang semakin terkenal, selain itu semua orang di dunia dapat mengenal kebudayaan Jepang.Sekarang ini banyak sekali judul manga yang bermunculan, banyak pula siswa SMP 5 yang gemar membaca manga. Judul-judul manga yang sedang populer di sekolah kita misalnya saja Naruto, Power, Death Note, dan serial cantik. Sebenarnya penerbitan manga di Indonesia tergolong lambat. Buktinya saat sebuah judul manga sedang sangat menjual di Jepang dan beberapa negara lain, di Indonesia baru akan terbit 1-3 tahun kemudian.

Yang paling disesalkan oleh para pecinta manga ialah kesalah pahaman tentang pengertian manga. Masih banyak orang yang menganggap manga dengan komik (Amerika) itu sama. Memang keduanya sama-sama cerita bergambar, tetapi ada perbedaan diantara keduanya. Yang pertama ialah asalnya, manga berasal dari Jepang sedangkan comic berasal dari Amerika. Kedua bobot dan tema cerita yang diangkat sangat berbeda. Manga lebih mengangkat tema kehidupan sehari-hari, sedangakan comic lebih ke cerita fiksi dan kepahlawanan. Yang lebih parah lagi, masih banyak orang yang beranggapan bahwa membaca manga itu masih anak-anak. Pengertian seperti itu membuat para pecinta manga direndahkan karena dianggap masih kecil atau seperti anak kecil. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh manga-manga simple dan jadulnya Jepang seperti Doraemon yang gambarnya terkesan anak kecil, sehingga banyak orang ( terutama orang tua ) yang beranggapan demikian.

Manga jaman sekarang banyak manga yang ceritanya berbobot dan mengandung ilmu pengetahuan dan sangat tidak cocok jika dibaca oleh anak-anak, misalnya Full Metal Alchemist ( Hagane no Rekinjutsushi ), Rave the groove adventure, Death note, Bleach, Detective Conan, Yakitate Japan, Inuyasha, Shaman King, One Piece, Eyeshield 21, dan masih banyak lagi. Menurut salah satu pecinta manga bernama Dea (8ICT), tidak hanya manga yang ceritanya berbobot, bahkan ada pula manga yang mengandung unsur dewasa ( hentai manga ). Jadi, anggapan bahwa manga itu hanya untuk anak kecil adalah salah besar.

Jika sudah bicara tentang manga, ujung-ujungnya juga sampai di anime. Anime adalah sebutan untuk animasi buatan Jepang. Biasanya anime dibuat berdasarkan manga. Misalnya anime Naruto diangkat dari manga Naruto karya Masashi Kishimoto. Tetapi, kadang ada perubahan pada ceritanya. Manga yang diturunkan menjadi anime yang ceritanya tidak berubah misalnya Yakitate Japan, Detective Conan, dan Eyeshield 21. Sedangkan anime yang ceritanya berubah contohnya Naruto dan Hagane no Rekinjutsushi. Bahkan ada manga karya Hiro Mashima, yaitu RAVE the Groove Adventure yang animenya tamat pada manga nomor 12, tentu sangat menggantung.

Jika sudah membicarakan anime, pasti sampai lagi ke Live Actionnya. Yang dimaksud dengan Live Action adalah cerita manga yang dibuat dalam bentuk J-Dorama (Drama Jepang). Biasanya cerita Live Action diangkat dari manga serial cantik, misalnya Yukan Club (diperankan oleh Akanishi Jin, Yokoyama Yuu, Kashii Yu, dkk) dan Hanazakari no Kimitachi e ( diperankan oleh Oguri Shun, Horikita Maki, Ikuta Toma, dkk). Adapula yang bukan dari serial cantik, misalnya Detective Conan Live Action (Oguri Shun), Death Note (Fujiwara Tatsuya), Prince of Tennis (Shirota Yuu), H2, Tantei Gakuen Q (Yamada Ryosuke), Nodame Cantabile, dan masih banyak lagi.

Bersambung lagi ke OST anime-animenya. Biasanya OST anime diambil dari beberapa penyanyi yang memang sudah biasa lagunya dipakai unutk OST. Contohnya T.M.Revolution (singer Abingdon Boys School), Ayumi Hamasaki, BoA, Asian KungFu Generation, Shimokawa Mikuni, Orange Range, Mai Kuraki, dll. Berbeda dengan OST animenya, OST pada Dorama biasanya merupakan lagu si pemain. Misalnya OST Yukan Club berjudul Keep the Faith by KAT-TUN, hal tersebut dikarenakan pemain utamanya Akanishi Jin dari KAT-TUN (semacam boys band), Dorama My Boss My Hero menggunakan lagu Sorafune by TOKIO (grup band) karena pemain utamanya ialah Nagase Tomoya yang merupakan vokalis TOKIO. Hidup Manga! Bravo! Chaiyo! Ganbatte ne~

INFO:
Sekarang ini ada negara yang tidak mau kalah dengan Jepang dalam produksi manga, yaitu Korea Selatan. Di Korea, manga disebut “man-hwa”. Manhwa Korea identik dengan serial cantik, walupun ada juga manhwa yang berunsur action dan adventure.

Sesorah Basa Jawi - Perkawis Ujian Nasional

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis sesorah untuk ujian praktek, kebetulan mengenai Ujian Nasional. Singkat dan padat sih...

SESORAH
Bapak, Ibu, kaliyan sadherek sedaya ingkang tansah kawula tresnani, wonten ing titi wanci punika kita saged pepanggihan wonten ing panggenan mriki, boten sanes awit saking keparengipun Gusti ingkang mubaring dumados. Keparenga kawula ngaturaken sekedhik perkawis utawi pemanggih kawula.

Perkawis ingkang badhe kula aturaken, injih punika perkawis Ujian Nasional, kawula gadhah pemanggih bilih Ujian Nasional punika ampun dados pathokan kagem nemtokaken siswa menika saged ngelajengaken sinau wonten ing sekolah saklajengipun.
Awit, Ujian Nasional menika dipun pendhet nilainipun naming wekdal etangan jam utawi dinten. Kita kedah mirsani utawi menggalih ugi siswa menika sinau saklebeting tigang taun, perkawis sregep, lajeng tindak tandhuk dumateng guru, tiyang sepuh lan dumateng rencang rencang-rencangipun.

Nilai-nilai ulangan harian saklebeting tigang taun injih kedah kita etang. Menawi naming saking Ujian Nasional , kita boten mangertos hanan siswa wekdal anggenipun nggarap. Nembe wonten perkawis keluarga, ingkang saged ndadosaken siswa pikantuk nilai ingkang awon. Ananging boten teges kawula, boten sarujuk kaliyan wontenipun Ujian Nasional, naming mbok menawi saged dados penggalihanipun bapak ibu sedaya, supados saklebeting sinau tigang taun menapa ingkang sampun dipun lampahi para siswa saged dados penggalihan ugi.
Mekaten atur kawula, wonten lepatipun nyuwung gunging samudra pangaksami, matur nuwun.

Lunturnya Rasa Kecintaan Terhadap Budaya Indonesia di Kalangan Pemuda

Di tahun 2009 ini, kita sudah masuk ke era globalisasi. Era di mana hampir semua pekerjaan manusia sudah dapat digantikan oleh tekhnologi. Sudah banyak ditemukan berbagai alat elektronik yang memungkinkan kita mengetahui informasi di daerah lain bahkan daerah yang sangat jauh dari tempat di mana kita tinggal, sebagai contoh adalah televisi, radio, handphone, satelit, internet dan masih banyak yang lainnya. Melalui media-media tersebutlah, kita dapat mengetahui informasi-informasi terbaru mulai dari trend mode, politik, hiburan, hingga teknologi dari berbagai belahan dunia. Apalagi dengan semakin mudahnya mendapatkan akses internet. Di Internet kita dapat mengakses banyak informasi. Dengan adanya teknologi yang begitu maju, kita mendapat banyak keuntungan, diantaranya kita dapat lebih banyak mencari ilmu tanpa harus memakan biaya dan waktu yang sangat banyak, Indonesia sendiri dapat menambah devisa dengan adanya perdagangan internasional.

Tetapi, dibalik semua keuntungan yang kita dapat, banyak pula hal-hal yang malahan menjadi tidak baik. Hal tersebut terjadi di berbagai bidang, seperti dalam bidang pendidikan, tata krama dan budi pekerti, kebudayaan, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Di sini, kami, kelompok 2, lebih membahas pengaruh globalisasi di bidang kebudayaan. Semakin berkembangnya teknologi di era globalisasi ini, bukan hanya memberikan banyak dampak positif, tapi juga mengakibatkan banyak dampak negatif untuk masyarakat Indonesia. Banyak acara-acara di televisi yang yang menyiarkan acara-acara luar negeri seperti MTV, Anime Jepang, Kartun Amerika, Film-film Barat, dan lain sebagainya. Di internet, kita dapat mengakses dengan cepat segala yang ingin kita ketahui. Hal tersebut mempengaruhi para pemuda Indonesia. Mereka memandang bahwa acara-acara itu lebih baik. Akhirnya mereka mencari tahu di internet, mereka jadi tahu banyak hal tentang perkembangan dan budaya luar negeri, dari cara berpakaian, berbicara, dan tata krama. Menonton TV dan menggunakan internet sebenarnya adalah hal yang baik, tetapi, kita harus dapat menyaring, mana yang harus ditiru dan mana yang harus dijauhi. Kita sebagai seorang Indonesia, kaya akan budaya. Kita mewarisi banyak sekali budaya yang unik yang seharusnya kita perkenalkan kepada dunia luar. Tapi, kenyataannya, sekarang malah banyak pemuda-pemuda Indonesia yang lebih menyukai budaya luar, hal itu tidak buruk, karena budaya ada untuk dihargai. Tapi, kita tidak boleh melupakan budaya kita sendiri.
Mungkin kita berpikir, hal itu hanya terjadi di kota-kota besar di Indonesia, seeprti Jakarta, Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Ternyata, di kota Bukittinggipun sudah banyak pemuda Indonesia yang terpengaruh sekali dengan budaya luar. Mereka pergi ke Mall dengan menggunakan celana yang sangat pendek dan dandanan yang kurang sesuai dengan tata krama Indonesia. Di Yogyakarta sendiri juga sering kita lihat, penampilan anak muda yang kurang enak dipandang mata. Tapi, jika tidak menggunakan pakaian seperti itu, mereka akan dijauhi karena dianggap di gaul. Hal ini menyulitkan pemerintah juga dalam menanamkan rasa cinta dan bangga akan budaya sendiri. Kalau dipikir-pikir, budaya Indonesia tidak kalah menarik dari budaya luar, tapi karena keterbelakangan yang dialami negara Indonesia sendiri yang menyebabkan budaya Indonesia kurang dikenal. Kita, sebagai pemuda Indonesia, seharusnya lebih bangga pada budaya sendiri, perkenalkanlah budaya kita sebagai orang Jawa ke luar negeri. Beri tahu orang dunia tentang tari-tarian yang kita miliki, alat musik tradisional, pakaian, lagu, dan bahasa yang kita miliki.

Buat mereka terkagum-kagum pada budaya kita. Hal tersebut dapat meningkatkan devisa negara, sehingga Indonesia dapat membangun diri dan menarik wisatawan luar negeri untuk berkunjung ke Indonesia. Hal itu membuat perekonomian kita berkembang, dan kita tinggal berusaha untuk menjadi sebuah negara maju yang kaya akan budaya. Mencintai dan kembali ke budaya sendiri sulit dilakukan tanpa ada yang memulainya. Karena itu, kitalah yang harus memulainya, kita berusaha sebaik mungkin untuk budaya Indonesia, jangan pernah melupakan sejarah Indonesia, cintai budaya kita, hargai para pahlawan, dan sebar luaskan budaya kita.

Text Pidato by Primavera Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

TAMAN SEKOLAH [SMA NEGERI 1 YK] SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Setiap sekolah pasti mempunyai taman. Taman sekolah memiliki banyak fungsi, diantaranya sebagai “si pembuat asri” sekolah, membuat udara dan suasana sekolah lebih nyaman, serta untuk membatu kegiatan belajar mengajar, bahkan diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Luas taman sekolah bergantung pada luas sekolah yang bersangkutan pula. Tapi, biarpun taman suatu sekolah tersebut tidak terlalu luas, fungsi taman sebagai media pembelajaran tidak akan terhambat. Pertanyaannya, mengapa taman sekolah dapat digunakan sebagai media pembelajaran? Apa saja yang terdapat di taman sekolah? Bagaimana pemanfaatan taman sekolah yang benar supaya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar?

Taman sekolah mempunyai banyak fungsi, salah satunya adalah sebagai media pembelajaran. Mari kita lihat lebih spesifik lagi dengan mengambil contoh taman sekolah SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta. Taman di SMA Negeri 1 Teladan cukup luas dan berada di sekeliling bangunan sekolah. Taman yang langsung terlihat dari luar adalah taman bagian depan. Di taman bagian depan SMA Negeri 1 Teladan banyak terdapat pohon-pohon besar yang mengelilingi lapangan voli. Selain pohon, ada juga banyak sekali tanaman-tanaman kecil dan rumput yang selalu dirawat. Nah, pihak sekolah benar-benar memanfaatkan taman bagian depan ini. Seperti yang dikatakan di atas, taman sekolah bagian depan SMA Negeri 1 Yogyakarta dipenuhi pohon-pohon dari yang tinggi sampai yang pendek tapi pembuat rindang. Oleh pihak sekolah, pohon-pohon tersebut diberi label nama pohon dan nama ilmiah atau nama latin dari pohon itu sendiri. Dengan begitu murid-murid di SMA Negeri 1 Yogyakarta bisa mengetahui nama dan nama ilmiah dari pohon-pohon di taman sekolah bagian depan. Sebenarnya, tidak hanya tanaman dan pohon yang tumbuh di taman depan saja yang diberi label nama, tapi seluruh pohon yang berukuran sedang sampai besar yang tumbuh di atas tanah SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta diberi label nama.
Pemberian label nama pada tanaman dan pohon di SMA Negeri 1 Yogyakarta bukan dilakukan oleh bapak satpam, bapak cleaning service, bapak ibu guru, apalagi bapak kepala sekolah. Pemberian atau pelabelan tanaman dan pohon dilakukan oleh siswa SMA Negeri 1 sendiri. Hal tersebut adalah salah satu contoh dan bukti nyata pemanfaatan taman sekolah sebagai media pembelajaran. Pertama, guru memberi penjelasan pada murid-murid, lalu murid mulai mencari informasi tentang tanaman atau pohon yang ada di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Setelah nama, nama ilmiah, dan informasi lain ditemukan, mulailah sekolah membantu untuk membuatkan label nama yang awet untuk dipasang di batang pohon. Murid-murid SMA Negeri 1 mulai memasang label nama sesuai dengan pohonnya. Hal tersebut benar-benar contoh nyata dari pemanfaatan taman sekolah sebagai media pembelajaran.

Masih berhubungan dengan label nama tanaman yang ada di taman sekolah. Setelah nama dipasang, taman akan lebih bermanfaat untuk media pembelajaran. Karena generasi SMA Negeri 1 Yogyakarta selanjutnya pasti akan lebih banyak memanfaatkan taman sekolah. Misalnya dalam mencari informasi tentang tanaman, guru akan lebih mudah menerangkan tanaman apakah yang akan dipelajari, apa gunanya, bagaimana bentuk aslinya, dan lain sebagainya. Murid akan semakin mengerti dan lebih mudah untuk mencerna pelajaran dengan media asli dan langsung seperti yang tersedia di taman sekolah. Selain dalam pelabelan nama pohon dan tanaman, media pembelajaran berupa taman sekolah juga dapat dilihat bukti nyatanya pada kegiatan belajar mengajar.

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa taman sekolah membuat sekolah lebih rindang, nyaman, dan asri. Dalam belajar, murid-murid tidak dapat memaksakan otak dan tubuh mereka untuk selalu serius dan tegang. Kadang pembelajaran bisa dilakukan dengan enjoy dan menyenangkan. Misalnya dengan cara belajar di luar kelas. Biasanya murid-murid akan senang karena mereka bisa mendapat suasana baru dan tidak merasa sumpek di kelas. Dengan begitu, guru yang bersangkutan dan tentu punya penelitian atau tujuan tertentu yang berkaitan dengan pelajaran akan mengajak para murid keluar kelas dan pembelajaran model lapangan. Guru bisa menerangkan dengan objek yang nyata. Kadang kegiatan belajar mengajar malah dilakukan di luar kelas, di bawah sebuah pohon rindang dan tepatnya terletak di tanah SMA Negeri yang bersangkutan. Guru menjelaskan murid-murid sambil menunjuk yang mana pohon yang beliau maksud. Cara ini cukup efektif dalam memberikan pelajaran kepada murid-murid. Akan tetapi, ada kelemahan juga pada cara ini. Tidak semua murid dapat konsentrasi dengan baik jika berada di luar kelas. Memang, udara dan suasana berganti, tapi pikiran juga sampai mana-mana. Akhirnya kurang konsentrasi dan malah memandang sekeliling dan tidak memperhatikan guru. Akhirnya murid tersebut juga tidak dapat mendapat ilmu yang berarti. Dalam hal ini, murid tersebut tidak dapat disalahkan sepenuhnya, karena murid tersebut memang mempunyai sifat seperti itu. Kecuali jika murid tersebut mengganggu dan membuat gaduh.

Contoh lain dalam penggunaan taman sekolah sebagai media pembelajaran. Misalnya saat pelajaran seni melukis. Dalam seni lukis dan seni menggambar teknik, kita butuh objek untuk dilukis. Bisa saja guru memngajak murid-muridnya untuk melukis tanaman-tanaman dan pohon-pohon yang ada di taman sekolah. Objek pohon termasuk salah satu objek gambar yang diminati. Selain itu, dalam menggambar teknik, murid bisa lebih leluasa dalam menentukan arah gambar dan dari sudut mana gambar tersebut diambil.

Dengan melihat dari banyak sudut, memang terbukti bahwa taman sekolah sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Bagaimana jika taman sekolahnya sempit? Hal tersebut tidak masalah. Karena di setiap taman pasti ada banyak tanaman dan pohon. Ditambah lagi, keuletan pihak sekolah dan warga sekolah yang selalu menambah jumlah tanaman di taman sekolah sangat membantu. Jika taman sekolah tidak terlalu luas, tapi tanaman obat dan tanaman-tanaman hias yang berukuran kecil sampai sedang terdapat di situ, hal itu juga sudah sangat membantu dalam kegiatan belajar mengajar murid-muridnya.

Sudah ada beberapa bukti dan contoh bahwa taman sekolah bisa digunakan sebagai salah satu media pembelajaran, bahkan diperlukan. Hal tersebut dikarenakan taman sekolah memiliki hal-hal seperti pohon, tanaman-tanaman, rumput dan lain sebagainya yang tidak dimiliki wilayah lain di sekolah di mana semua itu sangat dibutuhkan untuk menambah pengetahuan murid. Murid akan lebih mengerti dan jelas jika mereka melihat langsung benda yang mereka pelajari, tidak sekedar sket seperti yang ada di buku cetak. Karena sudah terbukti pemanfaatan taman yang efisien untuk mendukung pembelajaran, maka hendaknya para warga sekolah rajin merawat taman sekolah, rajin menguak nama-nama tanaman di taman sekolah, dan yang paling penting adalah jangan mengotori taman sekolah. Walaupun taman sekolahnya luas dan banyak pohon antik mungkin, banyak tanaman langka dan keren, tetapi jika taman itu kotor dan tidak terawat, maka tidak dapat taman tersebut dijadikan salah satu media pembelajaran.

by: Primavera Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

SUMPAH PEMUDA dan NASIONALISME

Sudah ratusan tahun Bangsa Indonesia berada di bawah kekuasaan Belanda dan bangsa Eropa lainnya. Rakyat Indonesia hidup dalam penderitaan, kemiskinan, dan kemelaratan, di tanah airnya yang kaya akan alam yang melimpah. Rakyat Indonesia digambarkan sebagai “Ayam yang tidur di atas padi, tapi mati kelaparan” atau “Itik yang berenang di atas air, tapi mati kehausan”. Bangsa Belanda yang sudah menginjakkan kakinya di Indonesia sejak abad ke 16 itu benar-benar membuat Bangsa Indonesia menderita. Sebenarnya, sejak masih jaman kerajaan, rakyat Indonesia sudah melakukan perlawanan dengan dipimpin raja masing-masing daerah. Tapi perlawanan yang dilakukan bersifat kedaerahan sehingga hal tersebut tidak dapat memukul mundur tentara Belanda dari tanah Indonesia.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Pada masa penjajahan, rakyat Indonesia tidak diberikan ilmu sedikitpun. Rakyat Indonesia hidup dalam kebodohan, kemelaratan, dan keterbelakangan. Namun, di kalangan Belanda ternyata ada segelintir orang yang berhati mulia. Mereka adalah, Baron Van Hoevel, Frans Van Deputte, dan Mr. C.T. Van Deventer. Ketiga tokoh ini menganjurkan “Politik Etika”, yaitu politik balas budi. Menurut Van Deventer, Pemerintah Belanda harus memperhatikan tiga hal penting bagi bangsa Indonesia, yaitu:
  1. Irigasi atau pengairan
  2. Transmigrasi, yaitu pemindahan penduduk dari tempat yang padat ke tempat yang lebih sepi atau berpenduduk sedikit
  3. Pendidikan dan pengajaran
Ketiga hal tersebut akhirnya dijalankan oleh pemerintah Belanda, tetapi tidak bertujuan untuk memakmurkan bangsa, melainkan untuk kepentingan kaum penjajah sendiri. Irigasi, jalan raya, sekolah, stasiunpun dibangun, tetapi semua itu tidak dapat digunakan oleh orang Indonesia secara mudah. Semua fasilitas tersebut disediakan untuk kaum Belanda sendiri. Orang Indonesia tidak dapat sembarangan menggunakannya. Rakyat Indonesia yang bersekolah di sekolah tersebut mendapatkan diskriminasi, berupa perlakuan dan pelayanan berdasarkan warna kulit. Orang kulit putih lebih diutamakan dari pada orang berkulit berwarna seperti orang Indonesia. Sekolah-sekolah yang dibangun juga hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan. Bagi anak-anak desa, dibangun Sekolah Desa. Lama belajarnya adalah 3 tahun. Tujuan dari sekolah tersebut sangat sederhana, yaitu sekedar dapat membaca, menulis, dan berhitung.

Akhirnya, pada tahun 1908, tepatnya pada 20 Mei, para anak bangsawan Indonesia yang telah terdidik mulai membentuk sebuah persatuan secara nasional. Budi Utomo, sebuah organisasi yang didirikan oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodopun berdiri. Hal tersebut menandakan dimulainya jama pergerakan nasional. Rasa nasionalisme mulai tumbuh di dalam diri bangsa Indonesia. Begitu pula para pemuda Indonesia.

Awal mulanya, para pemuda Indonesia lebih akrab jika bergaul dengan pemuda-pemuda sedaerahnya. Mereka merasa senasib, seasal-usul, dan sepenanggungan. Orang Batak merasa seasal-usul dengan orang Batak, orang Minang merasa seasal-usul dengan orang Minang, begitu pula pemuda Ambon, Menado, Bugis, dan lain-lain. Pada masa itu, nasionalisme belum menjadi sesuatu yang nyata. Kata Indonesia sendiri belum terlalu dikenal, jadi tidak mengherankan kalau organisasi atau perkumpulan pemuda pada waktu itu masih bersifat kedaerahan. Beberapa organisasi pemuda yang berdiri saat itu ialah :

1. TRI KORO DARMO
Organisasi ini didirikan pada 9 Maret 1915 di Jakarta atas inisiatif para pemuda seperti Satiman, Kadarman, dan Sunardi. Organisasi ini merupakan organisasi pemuda pertama di Indonesia. Tri Koro Darmo berarti Tiga Tujuan Mulia, yaitu Sakti, Budi, dan Bakti. Organisasi berawal dari anak-anak sekolah menengah dari Jawa Madura yang bersekolah di Jakarta. Pada tahun 1918, nama Tri Koro Darmo diganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) sehingga anggotanya terbuka bagi seluruh pemuda Jawa termasuk dari Jawa Barat.
Organisasi ini mempunyai asas dan tujuan, yaitu:
• Menimbulkan pertalian di anatar murid-murid bumiputera dan sekolah-sekolah menengag dan kursus kejuruan
• Menambah pengetahuan umumbagi anggotanya
• Membangkitkan dan mempertajam perasaan buat segala bahasa dan kebudayaan Hindia

2. JONG SUMATRANEN BOND
Jong Sumatranen Bond berdiri pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta. Organisasi ini didirikan oleh para pemuda pelajar yang berasal dari Pulau Sumatera. Seperti juga Tri Koro Darmo, Jong Sumatranen Bond juga didirikan di Gedung STOVIA Jakarta.
Tujuan dari organisasi ini adalah mempereratr hungungan dan persaudaraan antara oemuda-pemuda pelajar yang berasa dari Sumatera. Dalam kegiatannya, Jong Sumatra berusaha mendidik para pemuda yang berasal dari Sumatera untuk menjadi pemimpin bangsa. Kepada pemuda ditanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri. Dalam waktu singkat berdiri cabang-cabang JOng Sumatra di berbagai kota, seperti Bogor, Bandung, Padang, Bukittinggi, dan lain-lain. Tokoh-tokoh Jong Sumatranen Bond adalah Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, M. Tamsil, Bahder Johan, Assaat, Abu Hanifah, Adnan Kapau Gani, dan lain-lain

3. JONG MINAHASA
Pemuda-pemuda Minahasa dari Sulawesi Utara tidak mau ketinggalan. Pada tahun 1918, mereka mendirikan perkumpulan pemuda yang terkenal dengan nama Jong Minahasa atau pemuda Minahasa. Maksud dan tujuan organisasi ini adalah menggalang dan mempererat persatuan dan tali persaudaraan di kalangan para pemuda pelajar yang berasal dari Minahasa. Tokoh Minahasa antara lain adalah, G.R Pantouw.

4. JONG CELEBES
Jong Celebes adalah organisasi pemuda yang menghimpun para pemuda pelajar yang berasal dari Selebes atau Pulau Sulawesi. Maksud dan tujuannya ialah mempererat rasa persatuan dari tali persasudaraan di kalangan pemuda pelajar yang berasal dari Pulau Sulawesi. Tokoh-tokohnya misalnya Arnlod Monotutu, Waworuntu, dan Magdalena Mokoginta (yang kemudia dikenal dengan Ibu Sukanto, Kepala Kepolisian Wanita Negara RI pertama).

5. Dan lain-lain
Masih banyak organisasi pemuda lainnya, seperti Islamieten bond (1924), Jong Ambon, Sekar Rukun dan Pemuda Kaum Betawi, dll. Semua organisasi tersebut masih bersifat kedaerahan.

Kongres Pemuda I
Para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi pemuda seperti Pemuda Indonesia dan Perhimpunan Indonesia sangat mendambakan adanya nasionalisme di golongan para pemuda. Mereka menginginkan agar organisasi yang bersifat kedaerahan yang ada melebur menjadi satu perkumpulan atau organisasi yang bersifat nasional. Keinginan itu belum dapat terwujud karenamasih adanya kalangan pemuda yang menganggap masih perlu adanya organisasi yang bersifat kedaerahan.
Dalam keadaan yang demikian itu, maka pada tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926, di Jakarta diadakan suatu Kerapatan Besar Pemuda-Pemuda Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Kerapatan Besar Pemuda-Pemuda Indonesia itu biasa disebut Kongres Pemuda I.
Kongres Pemuda ini dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda seperti Jong Java (1915), Jong Sumatranen Bond (1917), Jong Islamieten bond (1924), Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, dll.

Tujuan dari diadakannnya Kongres Pemuda I ialah untuk membentuk perkumpulan pemuda yang satu, dengan maksud:
1. Memajukan paham persatuan dan kebangsaan
2. Mempererat hunbungan antara semua perkumpulan kebangsaan
Dalam kongres itu pemuda-pemuda dianjurkan untuk menempatkan nasionalisme dan persatuan di atas kepentingan pribadi, agama, golongan, agama, dan suku.
Kongres Pemuda I belum dapat menghasilkan suatu keputusan yang dapat memepersatukan para pemuda-pemuda Indonesia secara nasional. Walaupun begitu, kongres ini telah menambah rasa cinta tanah air yang tinggi pada diri para pemuda Indonesia. Karena itu, para pemuda tersebut tidak menyerah begitu saja. Mereka berencana mengadakan Kongres Pemuda yang kedua.

Kongres Pemuda II
Kongres Pemuda I belum berhasil mendirikan suatu organisasi pemuda yang bersifat nasional, namun para pemuda tidak patah semangat. Mereka mengadakan Kongres Pemuda untuk kedua kalinya. Pada bulan Juni 1928, dibentuklah sebuah panitia untuk Kongres Pemuda II. Susunannya adalah:
• Ketua : Sugondo Joyopuspito
• Wakil Ketua : Joko Marsaid
• Sekertaris : Muh Yamin
• Bendahara : Amir Syarifuddin
Kongres Pemuda II dimulai pada tanggal 27 Oktober 1928. Rapat pertama diselenggarakan di Gedung Katholieke Jongelingen Bond di Lapangan Banteng.
Rapat kedua diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 1928 pukul 08.00 sampai pukul 12.00 bertempat di Gendung Oost Java Bioscoop (sekarang Jln. Medan Merdeka Utara nomor 14).

Rapat ketiga diselenggarakan tanggal 28 Oktober 1928 pukul 17.30 bertempat di Gedung Indonesia Clubhuis Jl. Kramat Jaya 106 Jakarta (sekarang disebut Gedung Sumpah Pemuda).

Dalam Kongres Pemuda II ini hadir kurang lebih 750 orang utusan dari berbagai organisasi pemuda seperti Jong Java (1915), Jong Sumatranen Bond (1917), Jong Islamieten bond (1924), Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, dll.
Kongres Pemuda II berjalan lebih baik dari yang pertama. Ditambah lagi seruan Sugondo, “Perangilah Pengaruh Bercerai-berai dan majulah terus kearah Indonesia bersatu yang kita cintai”.

Pemerintah Belanda yang mendengar betapa bersemangatnya para pemuda yang tergabung dalam Kongres tersebut, maka Kongres tersebut diawasi ketat oleh para tentara Belanda.

Pidato dilakukan oleh beberapa orang. Diantaranya, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, yang berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Pada saat istirahat, seorang pemuda yang berprofesi sebagai seorang wartawan dan musisi, W.R. Supratman, meminta ijin kepada Sugondo untuk memperdengarkan lagu ciptaannya yang berjudul “Indonesia Raya”. Sugondo, selaku ketua Kongres, sangat kagum dengan isi lagu tersebut. Setelah mendapat ijin dari ketua siding, W.R. Supratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya di depan para hadirin yang datang. Lagu Indonesia Raya diperdengarkan dengan biola. Hari itulah, lagu Indonesia Raya pertama kalinya diperdengarkan di hadapan umum.

Akhirnya, pada akhir Kongres tersebut, lahirlah sebuah sebuah sumpah dan pernyataan oleh para pemuda yang lebih dikenal dengan “SUMPAH PEMUDA”.
ISI SUMPAH PEMUDA:
• Pertama : Kami Putera dan Puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
• Kedua : Kami Putera dan Puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
• Ketiga : Kami Putera dan Puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Isi sumpah tersebut berintikan SATU NUSA, SATU BANGSA, dan SATU BAHASA. Inilah yang selalu menjiwai pemuda-pemudi bangsa Indonesia dalam merebut dan memeprtahankan serta mengisi kemerdekaan Indonesia.
Kongres Pemuda dipelopori oleh beberapa pemuda, antara lain Mr. Muhammad Yamin, Wongso Negoro, Kuncoro Purbopranoto, dan teman-teman lainnya.

Dewasa ini, semangat pemuda Indonesia akan nasionalisme sudah mulai memudar. Pemuda Indonesia lebih memilih menggunakan produk-produk luar negeri. Pemuda Indonesia akan merasa sangat bangga jika mereka dapat menggunakan produk-produk luar negeri. Mereka sudah mulai melupakan budaya Indonesia yang sangat agung. Mereka juga mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan bangsa lain yang kurang cocok dengan kebudayaan bangsa Indonesia. Sebenarnya, apa yang terjadi di jaman sekarang ini? Mengapa pemuda-pemuda Indonesia sudah tidak lagi seperti pemuda-pemuda Indonesia tahun 1928 yang mempunyai rasa nasionalisme dan rasa juang yang tinggi?

Pada jaman sekarang, di era globalisasi ini, dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, para pemuda Indonesia kebanyakan sudah mulai terkena dampak buruknya. Sebenarnya, kemajuan teknologi yang pesat itu baik, hanya saja, tetap membawa dampak buruk bagi orang-orang yang tidak kuat iman dan kepribadiannya. Di internet apapun dapat dilakukan. Kita dapat mengetahui banyak informasi dari seluruh dunia di internet. Kita juga dapat melakukan transaksi jual beli. Tapi, kitapun dapat melakukan kejahatan melalui internet. Misalnya, hacker dan cracker dapat merusak atau menyusup situs seseorang atau sebuah perusahaan. Mereka dapat pula mengambil sejumlah uang dari account bank seseorang. Hal tersebut dapat merugikan orang lain. Internet sendiri sekarang sedang popular di kalangan para pemuda. Karena itu, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, supaya para pemuda Indonesia tidak melakukan hal tersebut, maka dibutuhkan bimbingan orang tua dan penguatan iman dengan pelajaran agama.

Selain internet, yang sangat berpengaruh adalah adanya kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, dan mempengaruhi para pemuda Indonesia. Tidak semua dari kebudayaan tersebut sesuai dengan pribadi bangsa Indonesia. Tetapi, pemuda sekarang kebanyakan tidak mempedulikan hal tersebut. Mereka mempraktekkan semua budaya-budaya asing yang masuk. Apalagi sekarang ada istilah “gaul” yang membuat persebaran budaya asing di kalangan pemuda Indonesia semakin cepat. Banyak kebiasaan-kebiasaan asing yang masuk ke Indonesia, misalnya pergi ke kafe, break dance, gaya pakaian sehari-hari, dan lain sebagainya. Budaya asing yang masuk ke Indonesia, yang kurang sesuai dengan pribadi Indonesia misalnya kebiasaan minum minuman keras. Cara penyebaran budaya itu misalnya, seorang siswa SMA minum-minuman keras. Lalu dia menawari teman-temannya. Teman-temannya yang tidak mau mencoba minuman keras, akan dikatakan “tidak gaul” atau dengan banyak istilah lainnya. Merek juga akan memaksa teman-temannya untuk minum. Hal yang sama terjadi pada kelompok lain, lain, dan lainnya lagi. Akhirnya budaya minum minuman keras sudah masuk ke Indonesia. Sebenarnya, budaya miras itu sendiri bukan budaya yang buruk. Di luar negeri, miras digunakan untuk menghangatkan tubuh. Sedangkan saat miras itu masuk ke Indonesia, terjadilah penyalahguaan terhadap miras. Miras digunakan untuk menghilangkan stress. Miras digunakan untuk mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

Mengenai budaya, masih ada hal yang sangat mempengaruhi pribadi pemuda Indonesia sekarang. Misalnya animasi dan komik Jepang, atau yang lebih sering disebut anime dan manga. Anime dan manga Jepang sekarang sudah menjadi sesuatu yang benar-benar dikenal di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pemuda Indonesia juga banyak yang menyukai anime dan manga. Apa yang membuat anime dan manga begitu digemari? Menurut saya, anime dan manga Jepang memiliki cerita yang tidak ruwet. Penggambaran tokoh-tokohnyapun menarik dan dapat membuat seorang pembaca manga terkesan atau “nge-fans” dengan tokoh dari anime atau manga tersebut. Sebenarnya, Indonesia sendiri memiliki beberapa judul komik yang dulu sempat popular. Misalnya, Gundala Putera Petir dan Godam. Baru ini, Godam dibuat kembali dengan cerita yang baru, Godam Reborn. Tapi, saat mmembacanya, saya dapat memahami, mengapa pemuda Indonesia lebih memilih anime dan manga Jepang. Komik Godam Reborn isinya kurang mendidik, karena disertai dengan banyak hal-hal yang seharusnya belum boleh diketahui oleh anak-anak, serta banyak kata-kata kotor yang diucapkan para tokoh-tokohnya. Dalam hal ini, pemerintah dapat disalahkan. Pemerintah tahun 60-70an dahulu, sangat mendukung adanya pembuatan komik-komik local dengan cerita yang menarik. Anak-anak tahun 60-70an dapat menyukai komik-komik local itu. Pemerintah juga membatasi barang-barang impor dari Negara lain. Sehingga, komik-komik tersebut dapat disukai. Pemerintah juga mendukung para komikus tersbut untuk menghasilkan karya-karya terbaik mereka yang tentu saja isinya mendidik.

Di jaman sekarang, pemerintah terus-terusan memasukkan benda-benda impor yang sekiranya dapat menjatuhkan produksi dalam negeri. Memang, Indonesia belum dapat membuat banyak barang untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi dalam hal hiburan seperti komik, pemerintah harus lebih memperhatikan. Komik dan animasi bukanlah hal sepele. Kedua hiburan tersebut dapat benar-benar memepengaruhi kebudayaan sebuah bangsa. Misalnya, pada manga Jepang, banyak diceritakan tentang kebudayaan di Jepang, bahasa Jepang, pakaian Jepang, dan lain sebagainya. Akhirnya, tidak hanya di Indonesia, bahkan diseluruh dunia, budaya Jepang dikenal dengan begitu baik, bahasa Jepang dipelajar, dan Jepang menjadi sebuah Negara yang dingin dikunjungi oleh para otaku (penggemar anime dan manga) tersebut.

Pada Sumpah Pemuda yang ketiga, dikatakan bahwa para pemuda akan menjujung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Tapi apa yang terjadi di jaman sekarang ini? Banyak bahasa-bahasa baru yang muncul. Orang juga lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada bahasa Indonesia. Banyak bahasa baru yang dibuat oleh para pemuda Indonesia, diantaranya adalah bahasa gaul. Bahasa Indonesia tidak menjadi bahasa kebanggaan lagi. Kadang, jika seorang pelajar sedang memepelajari bahasa Inggris, dan mereka tidak dapat mengerjakannya, pelajar itu akan mengatakan,”ngapain belajar bahasa Inggris, kan aku cinta bahasa Indonesia”. Tapi, pada saat mereka berbahasa dalam percakapan sehari-hari, mereka akan lebih mengunggulkan dan bangga dengan menggunakan bahasa asing. Mempelajari bahasa lain itu tidak buruk, bahkan memang harus, melihat di mana kondisi Indonesia yang belum dapat mandiri dalam mengolah bahan-bahan atau hasil alam. Tapi, kita tetap harus bangga dengan bahasa Indonesia. Kita tidak boleh lalu terpengaruh dengan bahasa lain. Misalnya, orang Indonesia yang tinggal sementara di luar negeri, setelah pulang mereka akan merubah cara berbahasa dan pola hidup mereka. Mereka kebanyakan lupa akan budaya Indonesia yang begitu agung. Mereka lebih bangga dengan budaya dan bangsa lain.

Banyak juga pemuda Indonesia yang tidak bangga dengan kebudayaan Indonesia yang sudah turun-temurun dilakukan oleh para penerus bangsa. Memang tidak semua budaya Indonesia tidak disukai. Misalnya, pemuda sekarang masih senang untuk “nabuh gamelan”. Mereka masih punya semangat untuk menyebarluaskan budaya kerawitan ke luar negeri. Hal itu disebabkan karena Kerawitan dianggap sebagai hal yang menarik.
Sebenarnya, dalam hal kurangnya nasionalisme, pemuda Indonesia tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Sebagai seorang pemuda Indonesia, saya juga terpengaruh dengan budaya-budaya luar tersebut. Menurut saya, orang tua jaman sekarang juga sudah mulai mengurangi pendidikan budi pekerti dan kebudayaan serta rasa cinta tanah air kepada anak-anak mereka. Hal tersebut juga didukung dengan adanya perkembangan-perkembangan kebudayaan Negara lain yang masuk dengan membawa sesuatu yang dapat menarik perhatian para pemuda sekarang. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk tetap melestarikan budaya Indonesia, tapi tanpa dukungan dari semua pihak, hal tersebut akan sulit dilakukan.

Selain karena kurangnya dukungan orang tua, memudarnya rasa nasionalisme bangsa di dalam diri para pemuda Indonesia juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang pesat. Agar seorang pemuda dapat membentuk kepribadian yang baik, dengan tetap hidup di era globalisasi ini, diperlukan perlindungan batin yang kuat, diantaranya dengan memperkuat agama, pengawasan orang tua, penanaman rasa cinta tanah air, dan lain sebagainya. Di sekolah saya, sudah dipasang, sebuah slogan yang berbunyi, “Think Globally Consisten to Perform Nationally”. Maksud dari slogan tersebut adalah, walaupun kita mengikuti era globalisasi, tapi kita harus tetap menghargai budaya kita. Kita harus dapat memilah-milah mana yang dapat kita ambil manfaatnya dan mana yang harus kita jauhi. Dengan tekad dan semangat yang didasari oleh rasa cinta tanah air, dengan berpedoman pula dengan Sumpah Pemuda 1928, kita, selaku warga Indonesia, terutama sebagai pemuda Indonesia, kita harus dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan melakukan hal terbaik yang dapat kita lakukan. Belajar giat, cintai budaya, buatlah diri kita sebagai seorang pribadi yang sanggup bersaing di kancah internasional. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi salah satu Negara yang akan dijadikan tempat mencari ilmu, sehingga orang-orang dari seluruh dunia akan berlomba-lomba menuju ke Indonesia untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

image cre: google

 
Powered by Blogger